Profile
Sri Widowati, Sosok di Balik Facebook Indonesia

6 Oct 2016

Foto: Dok. Facebook 

“What would you do if you weren’t afraid?” Apa yang akan dilakukan orang ketika tidak punya rasa takut? Demikian bunyi slogan yang terpampang di dinding kantor tempat Sri Widowati bekerja sebagai Country Head Facebook Indonesia. Pertanyaan ini pula yang muncul di kepalanya  tiap kali ia membuat keputusan, baik di dunia kerja maupun dalam kehidupan personalnya.

“Ucapan itu sangat membebaskan dan memotivasi diri. Tanpa rasa takut, kita akan menjadi lebih ambisius dan berani,” ujar wanita kelahiran 25 Agustus yang akrab disapa Wido ini. Salah satunya, keputusan beraninya untuk beralih dari dunia bisnis kecantikan ke teknologi.
 
”Teknologi merupakan industri yang dinamis dan cepat berubah. Industri ini membawa angin segar bagi karier saya,” lanjut wanita yang sejak Maret 2016 resmi menjabat sebagai Country Head untuk Facebook Indonesia. Namun, jejak profesionalnya berawal dan ditempa di dunia marketing, terutama di industri kecantikan.

Sebelas tahun bersama Unilever, ia pernah menjabat sebagai Brand Manager, dengan puncak karier sebagai Regional Category Director, Skin Cleansing SEAA, yang menaungi Unilever Skin Asia. Kariernya berlanjut di perusahaan kosmetik L’Oreal sebagai Head of Garnier International Marketing and Development Asean, kemudian sebagai Vice President of Garnier South Asia di Singapura.

Rekam jejak suksesnya di dunia bisnis berskala internasional ini menjadi salah satu bekal profesionalnya mengawali karier di Facebook. ”Saya merasa sangat beruntung dipercaya untuk mengerjakan apa yang menjadi harapan saya, dan saya sangat menikmati budaya kerja di Facebook,” ujar wanita yang meraih gelar master di bidang finansial dari University of Colorado Denver, AS, ini.

Advertisement
Tantangannya tidak main-main. Sebagai Country Head, targetnya adalah menjadikan Facebook sebagai salah satu platform bisnis digital di Indonesia. Caranya dengan membantu bisnis berskala besar dan kecil untuk mencapai tujuan bisnis mereka melalui solusi teknologi mobile.

Riset yang dilakukan Facebook mengungkap, terdapat 62% orang Indonesia di Facebook terhubung setidaknya dengan satu page bisnis. Sangat jelas bahwa mereka ingin terhubung dengan pengguna lain dan bisnis yang penting bagi mereka. Sebagai media, tanggung jawab Facebook Indonesia adalah memastikan bahwa mereka dapat melakukannya dengan cara yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.

”Di posisi ini, saya membantu berkembangnya bisnis dengan menghubungkan mereka ke konsumen potensial dengan mengoptimalkan platform pemasaran yang disediakan oleh Facebook Indonesia,” jelasnya.

Bicara soal potensi pasar, berarti bicara soal ratusan jiwa warga Indonesia. Apalagi, Indonesia adalah salah satu dari empat pasar terbesar Facebook. Indonesia juga memimpin evolusi ’mobile-first’ di wilayah Asia Pasifik, kondisi yang masyarakatnya mulai beralih dari desktop ke mobile. Sebanyak 9 dari 10 orang yang menggunakan Facebook juga mengakses Facebook di perangkat mobile.

 Artinya, potensi ini juga berbicara soal peluang yang menantang eksplorasi kreativitas bagi Facebook Indonesia. Menghadapi ini, Wido mengaku tak gentar! "Saya percaya bahwa pekerjaan terbaik adalah saat mengombinasikan berbagai hal yang kita sukai dan bidang yang sudah menjadi keahlian kita,” tegasnya. (f)

Baca Juga:



Topic

#wanitahebat

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?