Masih ada cara buat menambah tabal dompet kita: punya side job, dong! Selain nggak perlu meninggalkan pekerjaan sekarang, kita bisa menyalurkan hobi melalui pekerjaan sampingan kita. Hati senang, uang datang!
Memiliki lebih dari satu pekerjaan sekaligus memang nggak mudah, tapi juga bukan hal yang nggak mungkin dilakukan. Asal punya tekad dan tahu celahnya, kita bakal sukses, deh!
Mau + Niat
Hal pertama yang kudu kita perhatikan sebelum ber-side job adalah tahu minat dan kelebihan kita. Menurut Wesmira Parastuti M.Psi. (Mia), konsultan karier dari Wesmira Psychological & Recruitment Services, pekerjaan tambahan itu tidak akan jadi beban jika kita menyukainya.
"Jangan sampai pekerjaan sampingan malah jadi beban tambahan, apalagi waktu dan pikiran kita sudah 'diperas' selama jam kantor. Pilih dan lakukan side job yang sesuai minat dan keterampilan kita."
Sebelum benar-benar 'menyelami' pekerjaan sampingan, cari tahu dulu peraturan di kantor. "Selidiki apakah memang ada peraturan tertulis di perusahaan yang melarang para karyawan buka usaha atau memiliki pekerjaan lain. Jika iya, kita harus tahu pasti hal-hal apa saja yang dilarang supaya bisa menetapkan strategi. Siapa tahu kita tetap boleh 'menjajakan' barang dagangan meski nggak boleh bekerja di institusi lain," kata Mia.
Kalau nggak enak 'berbisnis' terang-terangan, cari celah untuk mempromosikan usaha kita. Bawa saja kue kering buatan kita untuk ngemil di kantor dan tawari rekan kerja yang mampir ke meja kita. Setelah itu, kita dapat memasarkannya, deh....
Manajemen Waktu = Penting!
Atur kegiatan sebaik mungkin dalam satu hari. Misalnya, pagi hari kita hanya fokus pada pekerjaan kantor, sedangkan malam hari kita bisa maksimal konsentrasi pada side job kita. Atur waktu sedemikian rupa sehingga kedua pekerjaan itu nggak bentrok. Jika ingin jadi guru kursus atau bimbel, lakukan di saat akhir pekan atau sepulang kantor. CC