Bisa, kok!
Pas baru lulus kuliah, banyak di antara kita yang bekerja hanya untuk memperoleh penghasilan dan status—daripada menganggur. Tapi seiring berjalannya waktu dan bertambahnya pengalaman, kita jadi bersikap lebih kritis, plus menuntut kenyamanan dan kepuasan dalam bekerja. Saat inilah kita punya keinginan untuk berganti profesi, yang sebenarnya hal wajar.
Menurut Darmawan, konsultan karier dari Iradat Konsultan, ada beberapa faktor yang melatar belakangi kita untuk beralih profesi. Misalnya, nih, karena ingin memiliki pekerjaan dengan jam kerja yang lebih fleksibel, atau adanya rasa penasaran untuk menjajal profesi sesuai bakat dan minat.
Tahap persiapan
Walaupun kita dihadapkan dengan berbagai pilihan profesi yang lebih menarik, ada baiknya jangan gegabah, nih, dalam bersikap. Jika kita merasa nggak sreg dengan profesi yang dijalankan, sebagai langkah awal Darmawan menyarankan kita untuk membuat evaluasi diri.
Beberapa tahap dari Darmawan berikut ini bisa mencegah kitamembuat keputusan yang bersifat emosional, sekaligus memperbesar peluang keberhasilan kita meski beralih ke profesi yang jauh berbeda dari sebelumnya. Simak, deh!
- Self-assessment, pastikan apakah kita puas dengan profesi yang sekarang. Lakukanintrospeksi untuk melihat apakah profesi ini sesuai dengan minat,kepribadian, dan keterampilan yang kita miliki. Lingkungan kerja jugaharus dipikirkan, apakah membuat kita nyaman atau tidak.
- Exploration, cari informasi mengenai berbagai profesi yang sesuai dengan pendapatan yang kita inginkan, serta gaya hidup dan tingkat pendidikan kita. Bisadengan browsing di internet, atau cari informasi melalui teman.
Advertisement
- Focused plan, susun strategi yang akan dilakukan sesuai profesi yang ingin dicapai. Buat daftar perusahaan yang dituju sesuai kemauan kita.
- Job search, siapkan resume sesuai profesi yang diinginkan. Seperti surat lamaran, CV, serta lampirkan portofolio yang bisa menjadi nilai plus kita. CC