Career
Rintis Karier (Lagi) Yuk!

12 Jul 2010

We’re fired, what’s next?  Bersedih sementara boleh, tapi tidak seterusnya.  Ada kesempatan besar yang akan datang di balik pemecatan tersebut, hanya saja kita belum menyadarinya. Misalnya, selama ini kita sebenarnya sudah nggak cocok dengan rekan kerja atau bosan dengan pekerjaan yang begitu-begitu saja, tetapi kita tidak bisa berbuat apa-apa. 

Malahan, dengan pemecatan ini, kita punya waktu ideal untuk melihat tujuan hidup kita: tempat kerja seperti apa yang kita inginkan, jam kerja yang seperti apa yang cocok untuk kita, atau bahkan mempertimbangkan peluang buka usaha sendiri.

Oke, kalau kita kehilangan pekerjaan karena kebijakan perusahaan untuk mengurangi jumlah karyawan, memang bukan salah kita.  Tapi kalau kita memang hampir selalu datang terlambat ke kantor, sering tidak bisa menyelesaikan pekerjaan karena keburu janji clubbing dengan teman, atau cuti terlalu lama, wah itu namanya  ‘menggali kuburan sendiri’!

Advertisement
     
Jika memang kita sendirilah yang jadi penyebab hilangnya pekerjaan kita, anggaplah pemecatan ini sebagai ‘alarm’.  Pasti ada perasaan kalah dan tidak berguna ketika kita dipecat.  Namun, kita juga harus cepat introspeksi,  membangun motivasi, belajar menangkap peluang, dan bertekad mengubah semua kebiasaan buruk kita, tanpa menyalahkan pihak lain. 

Memang sulit membangun kembali semangat di saat kita berada di titik terbawah. Jangan manjakan diri kita dengan terus-terusan mellow.  Bergabunglah dengan teman-teman yang berpikiran positif, cari nilai-nilai plus diri kita, sekaligus evaluasi pekerjaan yang terakhir; apakah memuaskan atau tidak. 

Tulislah daftar target yang ingin kita capai, tidak hanya soal pekerjaan, tapi juga hal lain: hubungan percintaan, tempat tinggal dan orang yang ingin kita ajjak kerjasama.  Untuk mengisi waktu, carilah pekerjaan paruh waktu atau menjadi relawan. Ini adalah kesempatan kita untuk mengubah hidup menjadi lebih baik, ikuti suara hati, dan yakin saja! CC 

FOTO: DOK. IMAGE DJ




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?