Gunakan politik yang tepat saat menghadapi situasi kantor yang kita rasa merugikan atau penting untuk masa depan karier kita. Beberapa kasus bisa kita contek di sini."> Gunakan politik yang tepat saat menghadapi situasi kantor yang kita rasa merugikan atau penting untuk masa depan karier kita. Beberapa kasus bisa kita contek di sini."> Gunakan politik yang tepat saat menghadapi situasi kantor yang kita rasa merugikan atau penting untuk masa depan karier kita. Beberapa kasus bisa kita contek di sini." /> Politik Tepat, Karier Melesat
Career
Politik Tepat, Karier Melesat

12 Jul 2010

Halo, Bos!
Mengambil hati bos? Termasuk politik kantor, tuh! Nggak perlu segan, menurut Yani Karina Tasha, konsultan karier dari FirstAsia Consultants, asal kita melakukannya untuk alasan tepat, hal tersebut boleh dilakukan. Politik apa yang harus kita jalankan?

1.Berprestasi dalam urusan pekerjaan, dong! Akan lebih bagus lagi kalau kita pintar dalam bersikap. Lakukan, deh, hal-hal positif. Nggak perlu mikir terlalu ribet, cukup hal sederhana seperti tersenyum, menyapa, atau menanyakan kabar. Bukan cuma pada bos, tapi juga ke rekan lain di kantor, supaya nggak dicap carmuk.

2.Jadilah pendengar yang baik, sopan, dan humoris dengan rekan kerja. Jika kita berhasil merebut hati banyak orang, kesempatan dilirik untuk dipromosikan akan terbuka lebar.

Bos pilih kasih?

Usaha mengambil hati bos sudah dilakukan, tapi ternyata bos malah pilih kasih. Dibandingkan rekan seangkatan, kita dijadikan anak tiri. Mesti gimana, ya....
Advertisement
 
Kalau bekerja dengan baik, sih, nggak perlu ambil pusing, apalagi sampai menyalahkan diri sendiri. Bos pilih kasih terjadi di luar kontrol kita, kecuali dia bersikap begitu karena memang kita yang bikin masalah.

“Selama dari sisi profesionalisme kita nggak dirugikan oleh sikap bos dan tidak mengganggu pekerjaan kita, jangan membesarkan masalah ini. Yang penting kita tetap dapat perlakukan yang adil sesuai peraturan perusahaan,” ujar Yani.

“Lain soal kalau kita merasa dirugikan, lebih baik diskusikan dengan atasan kita. Kalau memang nggak ada solusi, coba minta bantuan ke pihak yang netral, HRD misalnya.”

Tapi jangan dicuekin juga. Coba selidiki, siapa tahu rekan kerja yang jadi anak emas bos memang berprestasi cemerlang. Nggak ada salahnya kita mencontohnya biar ketularan jadi anak emas juga. CC




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?