Sebelum merekomendasikan seseorang, ada baiknya kita cari tahu dulu peraturan tentang perusahaan yang dituju. Perusahaan yang setuju dengan sistem rekomendasi, biasanya perusahaan kecil. Ada juga perusahaan yang konservatif, yang menganggap merekomendasikan teman sebagai bentuk nepotisme.
Di Indonesia, istilah merekomendasikan teman adalah salah satu keuntungan karena punya jejaring yang luas. Kalau kita kenal dengan manager perusahaan tersebut, misalnya, CV kita akan lebih cepat diproses dan didahulukan. Namun tetap saja pihak yang direkomendasikan harus mengikuti serangkaian tes resmi layaknya karyawan biasa.
BEBAS TANGGUNG JAWAB
Namanya juga merekomendasikan teman, sedikit banyak kita punya beban moral terhadap kinerja orang tersebut. Padahal, seharusnya nggak demikian. Soalnya, nih, sekalipun dengan rekomendasi kita, perusahaan akan tetap melakukan seleksi pada orang tersebut. Jika akhirnya dia diterima, itu pasti karena dia memang berkompeten.
Kalaupun ingin menggunakan jalur aman, kita bisa merekomendasikan teman pada head hunter. Tapi biasanya, sih, ini baru berlaku untuk posisi manager ke atas....