Bertindak!
Maunya, sih, kita langsung membeberkan kelakuan atasan pada perusahaan supaya kita nggak lagi terlibat atau menderita. Tapi sebelumnya, masih ada cara lain yang lebih halus, tuh, untuk menghentikannya. Berikut tip dan triknya!
'Mendua'
Solusi:
Menyebalkan memang melihat atasan menerima penghasilan dobel, sementara kita yang pontang-panting menyelesaikan pekerjaannya. Kita kudu berani, tuh, mengungkapkan keberatan padanya. Meski jabatannya di atas kita, bagaimana pun dia tetap manusia yang perlu diingatkan.
Kambing hitam
Suatu proyek tidak berjalan mulus gara-gara perusahaan merekrut klien yang salah. Padahal sebelumnya kita sudah memberitahukan atasan mengenai nilai minus klien tersebut, tapi nggak digubris. Giliran acaranya gagal, dia menyalahkan kita di depan presdir perusahaan. Gubrakk....
Solusi:
Bete banget, kan, melihat atasan 'lolos' sementara kita sebagai kambing hitam jadi bahan omongan. Agar nggak terulang lagi, untuk proyek-proyek selanjutnya biarkan orang lain tahu mengenai perintah-perintah atasan.
Tegaskan kembali, deh, instruksi bos melalui email yang juga kita cc-kan ke atasan atau rekan kerja lain. Perlu juga, tuh, kita menulis notulen hasil kesepakatan bersama dan menyertakan nama sang pemberi ide. Jika nantinya terjadi kesalahpahaman, kita pun mudah menelusuri jejak 'penjahatnya'. CC