Sukses menghadapi ujian ini bisa dijadikan jaminan bahwa kita berdua bisa naik ke tahap yang lebih serius. Gaya pacaran sehat (di hati dan pikiran) tentunya melibatkan sejumlah pengertian karena kita dan si dia memang dua orang berbeda.
Kalau dibiarkan saja, enak di dia, kan.
Sebenarnya kita boleh mempertimbangkan setiap masalah dalam tiga tahap, yaitu memaafkan, mau berkompromi, hingga memberi ultimatum putus dengan catatan sudah nggak ada alasan untuk mempertahankan hubungan.
7. Ketahuan beda
Boleh dimaafkan:
Si dia lebih pendek dari kita atau kebetulan cadel nggak akan
memengaruhi rasa sayangnya ke kita. Justru perbedaan ini bikin si dia unik, kan.
Kompromi aja:
Latar belakang keluarga serta status sosial ekonomi si dia yang terlalu mapan mungkin bikin kita nggak pede masuk ke lingkungannya.
Tapi si dia, kan, sudah memilih kita yang artinya bisa menerima kita apa adanya. Tinggal tunjukin bahwa rasa sayang kita bukan karena materi. Persis yang J.Lo bilang, "My love don't cost a thing",alias bukan cewek matre.
Minta putus:
Buat sebagian orang cinta bisa 'melintasi' perbedaan keyakinan, suku, maupun ras. Kalau keluarga atau lingkungan nggak mendukung lebih baik mundur. Kecuali siap menerima segala risikonya.
8. Kasar banget, sih?!
Boleh dimaafkan:
Wajar banget ketika ada mobil yang tiba-tiba melintas di depan kita si dia refleks menarik tangan atau mendorong tubuh kita supaya nggak tertabrak.
Tindakannya murni demi keselamatan pacarnya, kok. Jangan kaget juga kalau dia 'menampar' kita saat ada nyamuk bertengger di pipi, hehe.
Kompromi aja:
Waspadai hobi si dia yang senang memaki atau menantang orang berkelahi gara-gara diserobot saat mengantri. Mungkin si dia hanya ingin membela haknya tapi kita yang berada di sebelahnya pasti nggak nyaman.
Ingatkan pacar bahwa cara tersebut nggak efektif untuk menyadarkan orang lain, lebih baik si dia menegur 'si pembuat onar' secara baik-baik tapi dengan suara keras supaya malu sendiri.
Minta putus:
Kebiasaan si dia memukul atau memaki kita nggak boleh dibiarkan. Kita punya hak yang sama untuk mengeluarkan pendapat dan membuat pilihan. Jangan mau ditindas!
9. Ada orang ketiga?
Boleh dimaafkan:
Kalau si dia sekadar makan siang atau SMS-an dengan sobat ceweknya mungkin kita nggak perlu parno berlebihan. Yang penting mengingatkan si dia bahwa kontrol ada pada dirinya dan kudu siap juga dengan risiko kehilangan kita.
Kompromi aja:
Sekali si dia ketahuan selingkuh dengan cewek lain pasti bikin kita susah memercayai kata-katanya lagi. Padahal di sisi lain kita masih sayang banget pada si dia.
Sebelum memutuskan jalan lagi dengan si dia, mending
cek dulu kelebihan yang dimilikinya. Apa cukup berharga untuk menutupi 'dosanya'?
Minta putus:
Kalau ternyata si dia memilih cowok lain sebagai pengganti kita? Mending ngalah aja, deh! CC