Sukses menghadapi ujian ini bisa dijadikan jaminan bahwa kita berdua bisa naik ke tahap yang lebih serius. Gaya pacaran sehat (di hati dan pikiran) tentunya melibatkan sejumlah pengertian karena kita dan si dia memang dua orang berbeda.
Kalau dibiarkan saja, enak di dia, kan. Sebenarnya kita boleh mempertimbangkan setiap masalah dalam tiga tahap, yaitu memaafkan, mau berkompromi, hingga memberi ultimatum putus dengan catatan sudah nggak ada alasan untuk mempertahankan hubungan.
Dan kalau sudah bubar nggak perlu sedih berlarut-larut, masih banyak, kok, cowok keren di luar sana!
4. Selera unik
Boleh dimaafkan:
Penampilan si dia yang sering nggak matching nggak ada hubungannya dengan perhatian dan kebaikannya. Tinggal kita beri masukan model baju seperti apa yang lebih cocok (dan terlihat modis) buat si dia.
Kompromi aja:
Si dia senang mendengarkan musik dangdut atau makan jengkol? Boleh aja asal nggak memaksa kita untuk menyukainya juga. Paling aman, sih, membuat aturan main yang bikin kita dan dia sama-sama hepi.
Misalnya kalau dia pengen menyetel musik dangdut selama perjalanan pergi kencan, gantian pulangnya dia harus mau mendengar musik favorit kita.
Minta putus:
Nggak asyik, deh, kalau si dia senang mengoleksi gambar, buku, maupun film porno demi kepuasan libidonya. Apalagi sampai berani mengajak kita melihat bahkan mempraktekkannya, nggak banget!
5. Posesif
Namanya orang pacaran, maunya, kan, berduaan melulu. Kalau si dia minta ditemani mencari hadiah atau sebaliknya pengen menemani kita saat belanja anggap saja sebagai berkah. Jarang-jarang, tuh!
Kompromi aja:
Seharusnya kita senang kalau pacar sangat perhatian terhadap semua kegiatan kita. Tapi kalau sebentar-sebentar telepon untuk mengecek keberadaan kita?
Tunggu dulu, deh. Jelaskan kepada si dia kalau kita juga ingin punya waktu bersosialisasi tanpa gangguan darinya. Kalau dia ngotot pengen tahu, mending buat perjanjian bahwa kita bakal memberi kabar sebelum pergi dengan sahabat cewek tapi dia dilarang menghubungi.
Minta putus:
Sifat cemburu berlebihan si dia terhadap teman-teman cowok di sekeliling kita harus segera dibereskan. Masa dia nggak bisa percaya dengan perkataan kita sebagai orang terdekatnya?
6. Ngomong doang
Boleh dimaafkan:
Susah banget, deh, kalau omongan pacar nggak bisa dipegang. Katanya minggu ini mau mengajak nonton film A, kenyataanya dua minggu kemudian baru bisa memenuhi janji. Yang penting dia mau usaha, kan?
Kompromi aja:
Pacar terlalu sibuk dengan urusan kuliah atau kerja, alhasil si dia selalu berjanji mengajak kita kencan begitu waktunya luang. Sampai hari ini, tuh, janjinya hanya berwujud kata-kata doang.
Tegur si dia secara halus bahwa kita juga pengen menghabiskan waktu bersamanya. Atau kalau nggak coba mengajukan diri untuk membantunya supaya masih bisa berkegiatan bareng.
Minta putus:
Sebenarnya kita rela, kok, membayari kencan atau meminjaminya duit saat si dia bokek. Tapi kalau cuma bisa janji pinjam tanpa usaha menggantinya, sih, mending ke laut aja... CC