Sex & Relationship
Langkah Setelah Patah Hati (part 1)

9 Jul 2012

Begitu putus dengan si dia, yang jelas emosi jadi nggak karuan. Sedih, kesal, marah, bahkan nggak sedikit yang berharap dunia kiamat saja—ngaku, deh! Tapi, patah hati, kan, nggak harus berbulan-bulan. Simak, tahap-tahap mengobati patah hati kita agar nggak berkelanjutan!

Minggu 1
Teriak, nangis, marah, semua boleh!
Nggak usah sok tegar lalu mencoba kesedihan kita. Kembali menjalani hidup dengan normal memang penting, tapi nggak usah dipaksa untuk cepat pulih. Berani taruhan, yang ada malah pikiran nggak konsen dan tugas kerja pun molor.
Makin dipaksa lupa, justru makin ingat! Lepaskan aja emosi kita. Kalau mau menangis, ya, nangis aja. Toh, sesudahnya kita bakal (sedikit) lebih lega.



Gunakan waktu satu hari untuk mengeluarkan kekesalan kita. Bisa dengan menangis atau marah-marah sambil menatapi foto mantan. Setelah puas, ajak sahabat dekat datang ke kosan kita agar curhat kita didengar—sambil menangis juga boleh—dan biarkan sahabat mendengarkan kita.
Nggak usah mikirin, deh, sahabat bakal bosan dengan cerita kita, yang penting kita punya pendengar yang baik dan kita memang butuh dukungan, kan.

     
Minggu 2
Kumpulkan lalu simpan
Apa pun yang sudah lalu, biar saja berlalu, nggak perlu disayang-sayang lagi, termasuk barang-barang kenangan kita dan mantan. Simpan semua foto, kaus couple, jam tangan, pokoknya semua hadiah dari mantan di dalam satu boks.
Jangan lagi mendengarkan musik atau menonton film favorit. Gunakan waktu seminggu ini untuk mendetoks segala hal tentang mantan dari pikiran kita.

Advertisement
Gunanya, nih, agar kita nggak terpaku dengan masa lalu. Lagipula, kalau mendadak si dia datang ke kosan kita—maksudnya, sih, ngajakin balik—dia bakal melihat kalau fotonya nggak ada lagi di dinding kamar kita. Dikiranya kita sudah melupakannya, he he he.
Jangan lupa mengganti status diri kita di jejaring sosial. Memang, sih, begitu diganti, pasti banyak teman yang menanyakan. Cukup jawab seperlunya. Tandanya, masih banyak teman yang peduli dengan kita.
         
Minggu 3
Buka mata, buka telinga
Selama pacaran, pasti waktu kita habis untuk berduaan dengan si dia. Sesekali manjakan diri sendiri, dong. Bikin daftar hal-hal yang bisa kita jalani sendiri—tapi sama serunya. Misalnya, nih, nggak ada lagi yang keberatan kalau kita ingin menonton serial Korea atau film komedi romantis. Kita juga bebas berlama-lama di spa atau belanja tanpa ada yang mengomel.
Kumpulkan sahabat-sahabat kita, dan minta bantuan mereka mengevaluasi hubungan kita dan si dia. Mereka berhak ngomong apa saja, deh, jadi kita tahu kesalahan yang pernah kita bikin. Contohnya, ternyata kita baru sadar kalau mantan  hanya memanfaatkan kita, seperti setiap nonton atau makan selalu kita yang membayar.
Selain teman, pendapat ortu atau kakak-adik kita juga wajib jadi pertimbangan. Mungkin aja selama ini mereka menentang hubungan kita, tapi nggak enak menyampaikannya. Cinta, kan, buta.
Saat sedang senang-senangnya berdua mantan, kita nggak bakal peduli pendapat orang lain. Sekarang waktunya mendengarkan, tapi nggak perlu membela mantan, ya, kalau ortu menyatakan hal yang buruk soal mantan.


Minggu 4
Sharing session
Kesannya sepele, tapi mendengar curhatan orang lain biasanya bikin kita merasa senasib. Iya, lah, kalau mendengar ada orang yang bernasib sama—atau lebih parah—dengan kita, kita cenderung bersyukur, he he he. Paling nggak kita bisa belajar dari pengalaman mereka.
Coba, deh, ajak sahabat bercerita soal mantan dan cara melupakannya. Jangan hanya mendengar dari satu orang, tapi tanyakan ke beberapa teman sekaligus. Bisa saja selama ini kita nggak tahu, ternyata ada sahabat kita yang diselingkuhi atau pernah disakiti secara fisik oleh mantannya.
Kalau sudah begini, bandingkan dengan diri sendiri. Sahabat saja sanggup melupakan mantannya, masa kita nggak bisa! CC




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?