Jangan sampai status ‘anak titipan’ bikin kita keenakan, ah….
Siapkan diri
Nggak sedikit perusahaan merekrut pegawainya lewat cara ‘nggak resmi’. Mereka menjadikan kenalan/relasi para petinggi sebagai karyawan. Biasanya, calon karyawan jalur khusus ini juga tidak melewati seluruh proses penerimaan karyawan pada umumnya.
“Sebenarnya wajar jika ada karyawan titipan bos/atasan dalam suatu perusahaan. Terkadang perusahaan butuh pegawai dalam waktu singkat. Makanya atasan memutuskan untuk merekrut kenalannya yang dianggap mampu menduduki posisi itu,” kata Wesmira Parastuti, M. Psi (Mia), konsultan karier dari Wesmira Psychological & Recruitment Services.
Status ‘karyawan titipan’ memang sering dipandang negatif oleh karyawan lain. Kesannya, nih, kita mendapatkan pekerjaan hanyalah karena relasi, bukan karena kemampuan kita. Kasak-kusuk antara para karyawan pun bisa bikin kuping kita panas.
“Meskipun pihak SDM tidak mengumumkan pada seluruh karyawan kalau kita karyawan titipan, berita ini pasti tersebar. Kita kudu siap mental diberi label ‘titipan’ oleh para karyawan lainnya,” kata Mia.
Buktikan, dong!
“Mungkin kita merasa risih mendapat cap ‘karyawan titipan’ saat awal bekerja. Nggak sedikit karyawan berpendapat kalau kita diterima perusahaan hanya karena pertolongan bos, tanpa kemampuan sama sekali. Jadikan ini tantangan untuk membantah pendapat tersebut dengan mengerjakan semua tugas,” ujar Mia.
Pendapat para karyawan lain akan berubah jika melihat hasil kerja kita memuaskan. Mereka akan memandang kita sebagai karyawan yang memiliki potensi dan kemampuan. Bos pun nggak menyesal memasukkan kita ke perusahaan. CC