Career
Ini Meja Gue!

12 Jul 2010

Berhubung posisi belum jadi bos, kita kudu rela berdesak-desakan plus berbagi ruangan dengan rekan kerja lainnya.  Psst, bertetangga di kantor ada etiketnya juga!

•Kotak-Katik

Biarpun hanya dibatasi sekat setinggi kurang dari dua meter, tanpa pintu pula, bukan berarti kita bebas keluar-masuk, mencolek pundak rekan kerja untuk bergosip dan tanya ini-itu seenaknya saja.
  

Pintu boleh nggak ada tapi privacy harus tetap terjaga.  Gunakan  sekat antar meja untuk ‘mengetuk’ pintu dan minta izin padanya untuk bicara.  Jika izin belum keluar, secara tidak langsung dia menolak untuk berbicara dengan kita.  Jangan tersinggung dulu, bisa jadi dia memang sedang dikejar tenggat waktu mempersiapkan presentasi dengan bos dan klien nanti sore. 

Perhatikan juga sikap rekan kerja yang akan kita ‘ganggu’ tersebut.  Jika dia menghindari kontak mata atau terlihat sedang ‘bermeditasi’ penuh pada pekerjaannya, sebaiknya kita menunggu sampai waktu yang tepat.  Jika sudah mendapat kesempatan bicara, gunakan suara dengan volume pelan, agar tidak semua rekan kerja mengetahui masalah yang sedang dibicarakan.    

Advertisement
 
•Halo…!

Telepon, baik pribadi maupun ponsel ternyata bisa jadi potensi ketidaknyamanan bekerja.  Hati-hati, semua yang kita katakan bisa terdengar oleh rekan kerja kita yang lain!  Hindari berbicara terlalu keras atau kelepasan tertawa ngakak, karena dipastikan langsung mengganggu rekan kerja lain.  Sebal banget, kan, mendengar rekan kerja yang cekikikan sementara kita sedang sibuk menyelesaikan tugas?  Uh… kalau bisa mulutnya diplester saja, deh!

Begitu pula jika rekan kerja sedang menelepon, jangan maksa berkomunikasi dengan menggunakan bahasa isyarat (yang kemungkinan besar nggak dimengerti juga olehnya) atau dengan mengeluarkan desisan nggak jelas.  Percaya, deh, dengan sikap begini, dia pasti akan bete karena konsentrasinya ke lawan bicaranya terganggu.

Jika ternyata suara rekan kerja kita terlalu keras dan kita tidak mungkin untuk tidak mendengarnya, tetap berusahalah untuk tidak mendengarkannya (baca: menyimaknya).  Apalagi keceplosan menjawab pertanyaan yang tidak ditujukan pada kita (maklum, sedang nguping…)  Semakin kita berusaha menyimak pembicaraannya, kita akan membuang-buang waktu dan malah bisa jadi bahan ngegosip potensial! CC FOTO: DOK. FEMINA


 




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?