Sex & Relationship
Hindari Emotional Abuse

5 Mar 2012

Setuju, dong, kalau jatuh cinta kayaknya hidup, tuh, indah dan sempurna banget! Tapi setelah pacaran, ada aja sikap pacar yang bikin kita merasa 'seharusnya nggak gitu, deh!'. Sayangnya sampai sekarang kita nggak berbuat apa-apa dan hanya memendamnya terus—hingga tertekan sendirian. Wah, kemungkinan kita sudah jadi korban emotional abuse pacar! Sstt... kalau nggak berhasil kompromi mending buru-buru cari pengganti pacar aja, he he he.

1. Nggak nyaman
Baru sebulan jadian, kita merasa si dia mulai berubah. Dulu aja pacar selalu menggandeng mesra tangan kita saat jalan bareng. Sekarang boro-boro, tuh! Sebagai gantinya, dia lebih suka menarik tangan kita supaya mengikutinya dari belakang. Memilih kegiatan maupun lokasi kencan pun sudah bukan otoritas kita lagi—hiks....
Waspada!
Dengan menganggap situasi baik-baik saja dan menerima perlakukan pacar, akhirnya kita malah berkorban perasaan. Padahal kalau kita protes bisa jadi si dia baru nyadar bahwa sikapnya nggak asyik. Tapi jika kita membiarkannya maka nggak heran kalau tingkahnya semakin menjadi-jadi!

2. Penuh kritik dan merendahkan
Idealnya pacar adalah orang terdekat yang siap mengkritik tindakan negatif supaya kita nggak mengulanginya lagi. Belakangan, si dia ternyata juga getol mengomentari pilihan musik, penampilan, hingga mencela teman-teman akrab kita. Padahal kita merasa nggak ada yang salah, kok.
Waspada!
Kalau tidak terima, kenapa kita nggak membalasnya dengan nada bercanda. Misalnya saat dia mencela geng kita, bilang aja,  'Ah, biar mereka nggak keren yang penting selalu mendukung hubungan kita'. Kalau kita terlihat nggak mau kalah, biasanya pacar bakal mulai mengerem mulutnya, kok.

3. Malas berinteraksi
Belakangan pacar sering mogok bicara hanya karena masalah sepele, misalnya kita lupa menandai lagi halaman buku yang sedang dibacanya. Setelah kita minta maaf atau mengajaknya ngomong duluan, barulah dia mau bersikap normal. Tapi yang paling nyebelin, kalau pacar jadi ikutan malas berbasa-basi dengan orang rumah gara-gara masalah tersebut.
Advertisement
Waspada!
Cowok 'dingin' seperti ini cenderung menuntut perhatian penuh. Berhubung nggak suka membuka diri, kita dan orang lain yang diharapkan selalu bisa memahami sikap mereka. Padahal dalam suatu hubungan semua harus berjalan seimbang, termasuk urusan take and give. Capek, deh, kalau pacar hanya mau senangnya aja sementara kita yang kudu ngalah dan ngebaik-baikin melulu!

4. Serba mau tahu
Pergi ke acara ultah teman kita kudu lapor. Belanja baju atau sepatu baru semua harus sepengetahuan si dia. Bahkan urusan gaji pun kita harus terbuka kepadanya. Lama-lama pacar nggak ada bedanya dengan satpam, nih!
Waspada!
Bila si dia senang mendominasi besar kemungkinan pacar termasuk orang posesif yang senang mengatur kehidupan kita untuk menunjukkan power-nya. Daripada terjebak dan bikin kita tambah stres mending bersikap tegas kepadanya. Beri pengertian bahwa ada hal-hal tertentu yang dia nggak perlu tahu—seperti kita nggak pengen tahu semua detail kehidupannya.

5.Temperamen tinggi
Meski nggak pernah menyentuh anggota tubuh kita, pacar sering banget melampiaskan amarahnya pada barang-barang yang dilihatnya saat itu juga. Maksudnya nggak lain untuk meneror kita supaya selalu menurut dan takut kepadanya. Hiii....
Waspada!
Sikap ini merupakan tanda paling jelas bahwa si dia melakukan emotional abuse. Benar, sih, kita nggak cedera sedikitpun tapi peristiwa kekerasan bakal berdampak parah pada kesehatan mental kita. Kalau kita nggak berani melawannya sendirian, secepatnya cari bantuan atau perlindungan pada sahabat dan keluarga kita. CC




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?