Career
Etika Memakai Telepon di Kantor

6 Jul 2012

Melakukan telepon pribadi di kantor memang serba salah. Maklum, ada segudang peraturan tak tertulis yang berlaku, termasuk dalam urusan memakai ponsel. Wah, berpengaruh pada imej profeisonal, nih!

DOS
- Mengaktifkan fitur silent dan vibrate, terutama pas rapat. Sedikit getaran sudah cukup bikin kita ngeh, kok, jika ada telepon masuk.
- Durasi ngobrol nggak lebih dari lima menit, kecuali ada kondisi darurat. Misalnya, ortu masuk rumah sakit, kabar saudara meninggal dan lainnya.
- Menghindari pembicaraan tentang uang, berapapun jumlahnya. Selain nggak etis, takut menimbulkan kesan sombong jika nominal yang diomongin lumayan besar.


- Menghindari topik seks.
- Jika menunggu telepon penting sementara kita sedang bertemu klien, jelaskan di awal dan jangan lupa minta maaf sebelum menjawab telepon.
- Di pesta kantor, nggak perlu mengirim SMS atau asyik BBM-an kecuali mendesak. Kesannya, nih, kita bosan dengan acaranya. Meski kenyataannya memang demikian, sih, hehehe....
- Permisi sebentar dari ruang rapat jika ada telepon penting yang harus diterima.
- Jika harus membatalkan janji dengan klien, sebaiknya minta maaf melalui panggilan telepon daripada lewat SMS. Lebih sopan.
Advertisement
- Jika ponsel merupakan inventaris kantor, jaga selayaknya benda pinjaman. Nggak tertutup kemungkinan nantinya ponsel tersebut diminta kembali. Begitupun dengan jatah pulsa, pergunakan dengan bijak, ya.

DON'TS
- Memasang nda dering suara erotis. Awalnya memang lucu. Tapi lama-lama bikin jengah! Efek lanjutannya? Cap vulgar menempel selamanya.
- Meladeni sahabat yang curhat panjang lebar tentang kelakuan minus pacarnya. Tunda sampai jam pulang kantor, ya.
- Berbicara dengan nada kencang. Percaya, deh, microphone di ponsel kita cukup sensitif. Bahkan kita berbisik pun lawan bicara masih bisa mendengar. Tes saja kalau nggak percaya.....
- Mengeluarkan kata-kata atau kalimat kotor.
- Bentar-bentar melirik ponsel saat lagi bertemu klien. Kesannya kita nggak memberi perhatian penuh dan ingin secepatnya mengakhiri pertemuan.
- Bentar-bentar nge-Tweet dan update status di Facebook.
- Menggunakan bahasa SMS yang disingkat dan membingungkan. Gunakan tata bahasa, ejaan dan tanda baca yang umum supaya gampang dimengerti. Ejaan ala alay, dilarang keras!
- Bertengkar sama pacar, apalagi sampai saling bentak. Sebaliknya, ngobrol terlalu mesra dan intim pun sebaiknya dihindari. Kasihan yang jomblo, hehehe.... CC




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?