Dos:
- Pikir baik-baik kenapa merasa tidak bahagia lagi dengan si dia. Yakinkan kalau ini untuk kebaikan berdua.
- Straight to the point alias jangan berbelit-belit saat memutuskan. Dan, pilih kalimat dengan hati-hati.
- Jawab pertanyaan-pertanyaan yang dia ajukan sejujurnya. Serta jangan dijadikan bahan buat berdebat.
- Jangan musuhi si dia. Beri dia waktu sendiri, tapi bersikap se’biasa’ mungkin sebagai teman.
Don’ts:
- Jangan memutuskan lewat telepon, SMS, pesan di jejaring sosial, apalagi BBM atau Whatsapp!
- Tidak perlu mencari waktu yang tepat karena memang tidak ada waktu yang tepat untuk itu. Yang penting, jangan di depan orang lain—saat berdua saja.
- Tidak perlu mengikuti opini orang lain, apalagi yang bersifat menghina dan merendahkan pasangan. Bisa-bisa Anda menjadi salah satu ‘musuh’ mantan dalam hidupnya.
Diputuskan
Dos:
- Cari kesibukan. Misal, nge-gym, hang out bareng teman, maraton DVD. Apa pun itu untuk melupakan niat Anda mengontaknya kembali.
- Tulis daftar segala perbuatan atau ucapan yang pernah dia lakukan dan melukai Anda.
Don’ts:
- Menjadi stalker-nya di dunia maya—menguntit akun Facebook dan timeline Twitter, mendengarkan lagu-lagu penuh kenangan 60 kali per hari, atau pura-pura ‘tidak sengaja’ nongkrong di tempat Anda berdua sering hangout.
- Jangan cari laki-laki lain untuk pelampiasan atau memanas-manasi mantan seolah-olah Anda sudah tidak sakit hati lagi. Hal ini akan menambah sakit hati kalau mantan tidak peduli.
- Tak perlu umbar kesedihan. Seperti cerita pada siapapun, bahkan orang yang baru dikenal, rajin update status Facebook, Twitter, dan lainnya dengan kalimat menyayat hati. Hanya bikin kita terlihat desperate, tuh. (MEI/FOTO: FOTOSEARCH)