Akibat terkesan lemah
Sadar atau nggak, di masyarakat berkembang stereotip bahwa cewek, tuh, lemah dan cowok lebih tangguh. Hal tersebut membuat kita cenderung diremehkan, baik di lingkungan sosial, juga lingkungan kerja. Menurut Hayu Prima Indrastuti dari Experd Consultant, tanpa disadari sebenarnya kita juga mengambil keuntungan dari proses diremehkan tersebut.
“Untuk tugas yang membutuhkan fisik, biasanya kita mengandalkan pria. Seperti mengangkat kardus dan menggeser meja, yang sebenarnya mampu dikerjakan sendiri. Alasan keselamatan juga menjadi cara kita supaya diantar pulang saat lembur malam,” jelas Hayu.
Sayangnya, hal tersebut justru menjadi bumerang bagi kita sendiri. Kita dianggap nggak mampu menjaga diri dan mengatasi masalah sendirian. “Itulah mengapa rekan kerja atau atasan pria cenderung ragu memberi kita tanggung jawab lebih dalam pekerjaan. Bisa jadi, kita sendiri, tuh, yang menyebabkan mereka meremehkan kita,” tambah Hayu lagi.
Logika VS perasaan
Kelebihan kita yang detail dan kritis juga dianggap remeh para pria.
“Kita dianggap cerewet karena terlalu banyak bertanya. Padahal, maksudnya, kan, supaya semua benar-benar jelas dan nggak ada hal yang terlewatkan,” tambah Hayu.
Kita juga sering diremehkan saat berhadapan dengan teknologi. Tugas mengedit foto, instal program komputer, atau sekedar mengirim fax mungkin nggak diberikan pada kita. “Menurut pria, kita butuh waktu lama untuk mempelajarinya. Daripada membaca buku petunjuk, kita lebih senang bertanya dan minta diajarkan. Hal itu dianggap merepotkan para pria,” tambah Hayu lagi.
Pengaruhi karier
Diremehkan nggak cuma bikin makan hati tapi juga memengaruhi kelangsungan karier. Hayu bilang, akibat sering dianggap lemah dan nggak mampu, kita jarang diberi tugas menantang dalam pekerjaan. Akibatnya kita jadi pesimis dan cenderung nggak terpacu untuk lebih produktif.
“Pada beberapa perusahaan, rekan kerja cowok juga bisa mendapat pendapatan lebih besar daripada cewek meski posisinya setara. Alasannya, cowok dianggap tulang punggung yang bertanggung jawab terhadap keluarganya,” kata Hayu.
Gawatnya lagi, karena cewek dianggap lebih emosional dan labil, kemungkinan dipromosikan lebih kecil. Akibatnya, kita harus berusaha ke atasan bahwa kita juga mampu dipercaya. CC