Keberhasilan sebuah film ternyata nggak cuma karena pemain filmnya bertampang cute, isi ceritanya yang berbobot atau diarahkan oleh sutradara andal sekelas Riri Riza dan Nia Dinata. Tapi juga berkat peran publisis yang menginformasikan tentang film tersebut ke media sehingga sampai ke masyarakat.
Publisis = humas?
Seharusnya, nih, artis-artis Indonesia sekarang juga memiliki publisis, bukan cuma manajer. Soalnya berbeda dengan manajer yang bertugas mengatur jadwal kegiatan artisnya, publisis lebih berfungsi untuk mengatur karir dan image sang artis saat tampil di hadapan media maupun publik. Di luar negeri hampir setiap artis seperti Madonna, Brad Pitt atau Paris Hilton, punya publisis.
Kebutuhan akan peran publisis juga diakui Syaharani, nggak cuma untuk mempromosikannya namun juga punya strategi untuk 'menjual' kemampuan dan image-nya dengan personal touch.
"Sayangnya publisis di Indonesia masih sangat sedikit. Jadi kalau mau mengeluarkan album baru, deh, saya meng-hire publisis," ungkap Syaharani.
Dari siaran pers sampai poster
Publisis di production house juga nggak cuma bekerja pada saat film akan dikeluarkan tapi jauh sebelum film itu dibuat. Biasanya ketika pra produksi film, publisis bersama produser mendiskusikan cara promosi yang tepat untuk film tersebut. Dari situ mereka bisa membuat strategi komunikasinya, gimana cara penyampaiannya, seperti apa tahap-tahapnya sampai implementasi konsep tersebut. CC