Career
Diberi Hadiah Oleh Klien

29 Jun 2012

Yap, kita tentunya pernah mengalami dilema ini. Begitu selesai mengerjakan suatu proyek bersama klien, mereka tiba-tiba memberi kita amplop berisi uang yang nggak sedikit.

Di satu sisi, kita nggak mau melanggar peraturan perusahaan yang melarang kita menerima 'bonus' langsung dari klien. Tapi kita juga berat, tuh, menolaknya—takut dianggap nggak sopan.


Nggak perlu bingung lagi. CC punya beberapa tip, nih, bagi kita yang terpaksa menerima salam tempel dari klien....


Advertisement



Rombongan!
Kita mendapat voucher makan di resto seafood senilai Rp 500.000 dari klien yang puas dengan hasil kerja kita? Ucapkan terima kasih dan beritahu dia kalau kita akan menggunakan voucher untuk menraktir rekan satu kantor. Dengan begitu, dia tahu kita nggak gila hadiah atau dapat 'dibeli'. Selanjutnya, ajak, deh, rekan-rekan untuk makan siang bareng. Jika voucher nggak menutupi seluruh biaya, patungan saja untuk bayar sisanya!

Tukar, ya?
Saat menghadiri pembukaan gym milik klien, kita diberi hadiah berupa satu tahun keanggotaan. Sungkan? Pasti. Coba, deh, nego dengan klien. Daripada free member, mendingan minta klien menggantinya dengan free trial selama dua minggu untuk kita dan rekan kantor lainnya. Seluruh kantor bisa menjajal, klien pun berpeluang mendapat member baru setelah masa free trial berlalu. Sama-sama untung, deh.

Undi, yuk!
Siapa, sih, yang nggak suka mendapatkan voucher belanja department store? Jika klien memaksa, ambil saja untuk diberikan pada bos. Lalu sarankan padanya untuk mengundi voucher ini agar beberapa rekan lainnya juga kebagian. Sst... berdasarkan pengalaman CC, momen pengundian ini menjadi momen menegangkan sekaligus menyenangkan. Harap-harap cemas seperti saat membuka kado Natal, he he he.

Sumbangkan, deh!
Gimana jika kita menerima goodie bag berisi amplop dari klien? Kita baru ngeh pas tiba di kantor pula. Sebagian besar perusahaan, tuh, punya peraturan tertulis yang melarang karyawannya menerima uang dalam bentuk apa pun. Nah, kita bisa menyumbangkannya untuk yayasan perusahaan. Kalau kantor kita nggak punya yayasan, berdiskusilah dengan bos untuk mencari tempat penyaluran sumbangan lainnya. Beres, kan! CC




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?