Bermanfaat banget
“Cuti, kan, kesempatan kita 'mengganti' waktu kerja untuk kepentingan pribadi. Misalnya, datang ke acara keluarga atau menambah waktu bersama orang-orang terdekat. Jika mulai nggak akrab dengan keluarga dan teman, berarti kita kudu meluangkan waktu bagi mereka,” ujar Darmawan.
Dengan meluangkan waktu untuk bergaul atau menambah waktu untuk diri sendiri, kita bisa menjaga vitalitas diri. Jangan heran kalau setelah cuti kita merasa lebih segar, kreatif, dan produktif.
“Lewat bergaul atau merenung, kita bisa mengetahui apa kekurangan kita, termasuk soal pekerjaan. Kita bebas curhat dan menerima masukan bermanfaat dari mereka—mungkin saja pengalaman kerja mereka sama seperti kita,” kata Darmawan.
Nggak sembarang cuti
Jangan lupa bicarakan rencana ini kepada atasan dan buat rencana kerja menjelang cuti. Maksudnya, sih, mencegah penumpukan tugas di hari-hari menjelang cuti. Nggak mau, dong, ketika cuti kita malah kecapekan dan sakit akibat setiap hari lembur demi menyelesaikannya.
“Mungkin saja dari hasil diskusi dengan atasan, beberapa tugas akan dibagi dengan rekan kerja. Gantinya, lain waktu kita kebagian tugas dari rekan yang cuti. Pembicaraan ini juga menunjukkan tanggung jawab kita terhadap tugas kantor,” kata Darmawan. CC