Nggak harus bilang, "Nggak!" secara terang-terangan, tapi pilih kalimat yang lebih halus, misalnya:
- "Maaf, bukannya nggak mau, tapi tugas saya yang kemarin pun belum selesai."
- "Saya, tuh, nggak jago dengan Powerpoint. Yakin mau saya saja yang bikin?"
Kasih alasan
Memberi alasan, tuh, penting, karena sudah naluri dasar manusia buat bertanya "mengapa?" ketika ditolak. Pilih alasan yang masuk akal dan terkesan nggak dibuat-buat. Kita bisa memberi alasan, seperti:
- "Tahu sendiri, deadline dari bos, tuh, mepet banget, padahal tugasnya banyak,"
- Lagipula, komputer saya lemot jika membuka PowerPoint."
Kasih penutupan 'berbau' positif setelah menolak. Dengan adanya solusi, kesannya, nih, kita sebenarnya ingin membantu, tapi kondisinya memang nggak memungkinkan. Misalnya:
- Bisa saja, sih, saya kerjakan, tapi setelah tugas saya sendiri selesai, ya. Sekitar lima hari lagi, boleh?
- "Gimana kalau saya bikin di rumah? Tapi karena harus pakai laptop dan adik saya pulangnya malam, selesainya agak lama."
Ingat, jangan pernah...
- Menolak dengan alasan 'berbau' pribadi, misalnya karena sudah janjian dengan pacar buat nonton atau nemenin nyokap ke dokter. Kesannya nggak profesional.
- Kepergok lagi asyik ngerumpi atau buka situs jejaring sosial setelah menolak. Apalagi kita kasih alasan banyak kerjaan. Ngaku sibuk, kok malah terlihat bersantai-santai.
- Merasa bersalah setelah menolak, apalagi sampai menanyakan apakah ada hal lain yang bisa kita bantu. CC