Berbagai profesi berisiko tinggi seperti wartawan, pekerja sosial, ahli geologi, insinyur pertambangan, maupun dokter memiliki konsekuensi tidak sedikit. Namun, bukan berarti nggak bisa diatasi, dong... Asal tahu triknya, kita bisa b"> Berbagai profesi berisiko tinggi seperti wartawan, pekerja sosial, ahli geologi, insinyur pertambangan, maupun dokter memiliki konsekuensi tidak sedikit. Namun, bukan berarti nggak bisa diatasi, dong... Asal tahu triknya, kita bisa b"> Berbagai profesi berisiko tinggi seperti wartawan, pekerja sosial, ahli geologi, insinyur pertambangan, maupun dokter memiliki konsekuensi tidak sedikit. Namun, bukan berarti nggak bisa diatasi, dong... Asal tahu triknya, kita bisa b" /> Berani Kerja Risiko Tinggi
Career
Berani Kerja Risiko Tinggi

12 Jul 2010

- Siap mental

Advertisement
Sejak awal bekerja, kita kudu mengenali kemampuan kita sesungguhnya. Apakah kita mampu bekerja di pertambangan yang mengharuskan kita masuk ke lubang-lubang gelap? Kalau ada perasaan takut dan was-was, kita juga harus belajar untuk menghilangkannya.

“Jika seseorang bisa menangani rasa takut dan emosinya, maka kemungkinan dia bertahan dengan pekerjaannya sangat besar. Meskipun perempuan, dia harus bisa bekerja sama dengan anggota timnya yang kebanyakan laki-laki. Jadi sebisa mungkin, hindari pikiran 'Saya, kan, perempuan, jadi jangan dikasih tugas berat.' Kalau pikiran ini masih ada, bisa-bisa perempuan ini malah merepotkan timnya,“ kata Zainoel B. Biran, konsultan psikologi dari Daya Insani, yang juga dosen psikologi di UI.

- Kondisi prima

Tubuh kuat nggak berarti harus memiliki otot besi. Modal utama kita adalah badan yang sehat. Jadi, usahakan menjaga kesehatan dengan meminum berbagai macam vitamin, supaya kekebalan tubuh meningkat. Nggak mau, kan, pas kita sudah niat mau menjadi relawan di Aceh, eh... kita malah menjadi salah satu korban yang kelelahan.

Sebisa mungkin, kita harus jaga pola makan kita. Soalnya, nih, pekerjaan-pekerjaan lapangan menuntut kita untuk selalu bergerak, sehingga menghabiskan banyak tenaga. Ibarat mobil, kita juga butuh bensin yang cukup untuk 'berjalan'. CC




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?