Jangan jadi 'anak hilang'
Jika kita ditugaskan ke luar negeri, segera persiapkan dokumen yang dibutuhkan seperti pasport dan visa. Coba cek, deh, jangan-jangan pasport sudah mau melewati tanggal kadaluarsa. Cari juga informasi ke kedutaan besar negara yang bakal kita kunjungi, siapa tahu sedang ada travel warning sehingga kita nggak bisa mengunjungi negara tersebut.
Biar aman, buat juga fotokopi pasport dan surat identitas lainnya. Ini bakal sangat berguna jika pasport kita hilang dan butuh surat keterangan untuk mendapatkan pasport baru di negara yang kita kunjungi.
Ke luar kota juga nggak jauh beda, kok. Membawa identitas diri yang lengkap adalah suatu kewajiban biar kita terhindar dari masalah. Nggak asyik kan kalau kita terkena razia saat lagi dinas luar kota gara-gara lupa membawa KTP!
Isinya, nih....
Setelah semua dokumen lengkap, giliran alat-alat 'tempur' lainnya yang harus dipersiapkan. Pelajari kembali hal-hal apa saja yang bakal kita lakukan selama bertugas. Dari situ kita bisa merunut rencana untuk menentukan barang bawaan. Misalnya, kalau kita mau presentasi di depan klien, siapkan baik-baik laptop, disket, CD, atau flash disk yang bakal digunakan.
Biarpun persiapan udah matang, bisa saja terjadi hal-hal yang nggak terduga. Makanya jangan lupa membuat back-up semua file yang kita butuhkan. Bisa juga mengirim semua file dari e-mail kantor ke e-mail pribadi, sehingga kita bisa membukanya di manapun kita berada.
Siapkan juga buku catatan, alat tulis, dan tape recorder untuk mendokumentasikan tugas yang kita lakukan. Jangan simpan barang-barang tersebut dalam bagasi, lebih baik persiapkan satu tas khusus untuk membawanya.
Soal busana, pilih baju yang bisa dipadupadankan karena membawa terlalu banyak baju cuma bakal merepotkan. Satu tip dari Anne, pilih baju yang multifungsi, artinya bisa dipakai dalam situasi formal atau santai. Misalnya celana bahan bukan jeans yang bisa dipakai bareng blazer, tapi bisa oke juga dipakai bareng kaus. CC