Kita masih bisa, kok, tetap bersinar meski berada di bawah bayang-bayang si nomor satu. Begini, nih, caranya:
• Kuasai medan
Saat divisi terlibat proyek penting, libatkan diri dalam proses pengerjaan, jangan hanya pasrah memberikan seluruh pekerjaan ke anak buah. Tindakan ini akan menguntungkan karena kita jadi tahu keseluruhan proses.
Nantinya bila bos besar menanyakan sesuatu yang berhubungan dengan proyek, kita bisa lancar menjelaskan, deh. Dijamin, bos besar akan terkesan pada kita. Apalagi, bila si nomor satu ternyata nggak tahu apa-apa karena asal terima beres. Keuntungan buat kita, tuh!
• Curi ilmu
Jangan ragu, deh, bertanya bila memang ada hal yang nggak kita mengerti. Selain itu, diam-diam amati bagaimana cara si nomor satu mengatasi masalah. Catat baik-baik, tiru yang sukses dan belajar dari kegagalannya.
• Berani menempuh risiko
Jika selama ini kita selalu bermain di zona aman, sekarang saatnya ‘keluar kandang’ dan berani ambil risiko. Jika ada proyek sulit dan si nomor satu merasa ragu mengerjakan, tawarkan diri saja! Kalau nantinya tugas yang kita lakukan sukses, tentu poin kita di mata bos besar akan naik.
Tapi, tentunya kita harus bertanggung jawab. Jangan nekat menawarkan diri kalau kemampuan kita ternyata memang nggak mencukupi. Bisa-bisa, citra kita malah rusak karena hasil kerja berantakan.
Jika semua hal tersebut telah kita lakukan, usaha terakhir yang nggak boleh dilupakan adalah berdoa. Minta pada Tuhan supaya si nomor satu segera ditawari bekerja di tempat lain, sehingga posisinya kosong dan bisa kita isi... he he he. CC