Namun, mau tak mau, perusahaan harus memberikan izin cuti lantaran dianggap sebagai jalan tengah bagi karyawan yang potensial. Tujuannya agar karyawan tidak resign dan pasti kembali lagi setelah masa cutinya berakhir.
Tidak menutup kemungkinan, perusahaan bakal memberikan kita kerja paruh waktu atau part-time job yang bisa dikerjakan dalam masa cuti. Di satu sisi, tawaran ini pasti menarik, karena Anda tidak menerima gaji. Namun, di sisi lain iming-iming ini akan merusak konsentrasi, khususnya jika cuti dipakai untuk merampungkan masa studi.
Biar nggak tergoda, nih, yang paling benar adalah kita sudah memiliki dana atau tabungan yang cukup agar tetap bertahan dalam masa-masa tak bergaji. Setuju? CC