Siapa pun pasti sakit hati jika pasangannya selingkuh. Anehnya, nggak sedikit di antara kita yang mau memaafkan si dia karena alasan cinta. Berbesar hati dan nggak menyimpan dendam ke orang lain memang hal baik untuk dilakukan. Tapi, sebelum mengambil keputusan untuk tetap meneruskan hubungan, tanyakan dulu lima pertanyaan berikut….
Apakah sebelumnya dia pernah juga selingkuh saat menjalin hubungan dengan orang lain?
Jika seseorang pernah selingkuh lebih dari satu kali, dia akan terus melakukannya. Apalagi, jika pasangannya selalu memaafkan. Dalam kasus ini, lebih baik kita nggak ambil risiko, deh, untuk mengalami sakit hati berulang kali.
Kenapa si dia melakukannya?
Coba, deh, cari tahu alasan dia berselingkuh dengan menelaah hubungan kita dan si dia. Apakah selama ini dia merasa kurang mendapat perhatian dari kita? Atau, hubungan kita dan si dia terasa hambar? Coba tempatkan diri kita di posisinya. Apakah kita mungkin melakukan hal yang sama jika menjadi dia, atau tidak?
Di masa depan, apa yang akan dia lakukan jika kembali berada di situasi sulit yang membuatnya selingkuh seperti kemarin?
Intinya, sih, apakah dia bisa memberi jaminan untuk nggak mengulang perselingkuhan di masa mendatang?
’Kejutan’ atau seperti yang sudah diduga?
Apakah perselingkuhan si dia sangat mengejutkan bagi kita karena selama ini menganggap hubungan kita dan si dia baik-baik saja dan mesra? Atau sebaliknya, kita sudah merasa nggak ‘aman’ selama beberapa waktu terakhir? Jika sebelumnya nggak ada tanda-tanda si dia selingkuh, bisa-bisa dia mengulangi di masa depan tanpa sepengetahuan kita.
Si dia menyesal, nggak?
Jika si dia benar-benar khilaf dan nggak ada niat untuk mengulanginya, pasti dia merasa lebih sakit hati dibandingkan kita. Maklum, dia merasa bersalah. Kalau kita merasa permintaan maafnya nggak tulus, buat apa meneruskannya? Kita hanya membuat lelah diri sendiri, tuh….(VIN/FOTOSEARCH)