Supaya nggak menyesal untuk kedua kalinya.
1. Berapa lama putus?
Kalau jawabannya “belum lama”, bisa jadi Anda berdua tidak benar-benar putus. Putus-nyambung berarti si dia statusnya bukan mantan, cuma orang yang terlibat dalam drama kehidupan Anda.
Tapi, jika putusnya selama 2% dari hidup Anda, boleh, tuh, langsung dipertimbangkan untuk balik lagi.
2. Apa alasan putus?
3.Kalau gara-gara selingkuh, sudahkah berubah?
Membiarkan masalah perselingkuhan dikubur sendiri-sendiri saja—tanpa dibicarakan satu sama lain—bisa jadi bom waktu. Kepercayaan yang sudah dibangun bisa hancur dengan ‘bom’ tersebut.
4. Apa yang berbeda saat ini?
Alisa dengan detil penyebab-penyebab Anda berdua berpisah. Misal, apakah orang ketiga sudah benar-benar ‘disingkirkan’? Atau tentang keuangan, sudah sama-sama stabilkah sehingga tidak ada yang merasa dirugikan dari sisi harta. Hubungan baru tidak bisa sukses bila penyebab perpisahan masih ‘bersarang’.
5. Bagaimana mencegah kebiasaan jelek Anda muncul kembali?
Jika sudah yakin mau balik lagi ke mantan, Anda berdua harus berkomitmen untuk konsisten dengan keinginan membina hubungan baru—dan menyingkirkan masa lalu. Jangan ceroboh, tiba-tiba kembali ke kebiasaan lama, yang bikin cinta berantakan, pada hubungan baru. (MEI/FOTOSEARCH)