Nggak mudah memang melupakan mantan pacar, apalagi jika kita masih ada rasa padanya. Namun saat sudah punya yang baru, kita harus fokus pada yang satu, tuh. Berhentilah membandingkannya dengan mantan dan cari kelebihannya. Pacar boleh jadi bukan tipe cowok yang suka memberikan kejutan seperti bunga atau cokelat. Tapi jika dia selalu ada saat kita membutuhkan, ini sudah menjadi nilai plusnya, kan….
Mendominasi
Penelitian menunjukkan kalau salah satu lebih dominan dari pasangannya, kualitas hubungan keduanya berisiko memburuk. Jika kita biasanya mengandalkan si dia untuk mengambil keputusan, sesekali cobalah kita yang menentukan. Intinya, sih, saling mendengarkan pendapat masing-masing dan ikut berkontribusi.
Kurang penasaran
Sibuk ‘ngetik’
Sesibuk apa pun kita dan si dia, usahakan untuk bisa bertemu setidaknya satu kali seminggu. Peneliti dari University of North Carolina menemukan fakta kalau pasangan yang lebih sering berkomunikasi via messanger umumnya merasa kurang puas terhadap hubungan mereka. Jika waktu bertemu sangat sedikit, setidaknya usahakan untuk ngobrol via telepon, bukan WhatsApp.
Terlalu berpikir
‘Kita dan si dia jodoh nggak, ya?’ Berhentilah memikirkan hal tersebut. Menurut peneliti, dengan terlalu banyak berpikir seperti ini, kita justru jadi nggak punya waktu untuk mendekatkan diri dengan si dia. Solusinya: biarkan waktu yang menjawabnya—kita pun bisa menilainya, tuh, dari pengalaman kita saat bersamanya.