Kenali dulu
Hobi sebagai pemasukan
Selama lima hari dalam seminggu, pikiran dan tenaga kita sudah terkuras untuk pekerjaan utama kita.
Supaya nggak makin terbebani, carilah pekerjaan sampingan yang kita sukai. Kalau hobi bercas-cis-cus misalnya, kita bisa mengajar privat bahasa asing. Hobi memasak? Hasil olahan kita bisa menghasilkan pemasukan, tuh.
Koneksi memegang peranan penting dalam dunia kerja, termasuk untuk pekerjaan sampingan kita. Jangan ragu menyebarkan keahlian lain pada kenalan-kenalan lama. Apalagi jika kantor sudah merestui kita untuk 'mendua' dengan profesi berbeda. Nggak salah, kok, menjadikan rekan kerja sebagai klien kita.
Prioritas wajib
Memiliki satu pekerjaan saja sudah menyulitkan kita untuk membagi waktu, apalagi dua atau tiga. Bukan nggak mungkin kita harus mengerjakan dua pekerjaan sekaligus pada waktu bersamaan.
Kalau sudah begini terpaksa, deh, kita mengorbankan salah satunya. Sebagai bentuk sikap profesional. kita harus tetap mendahulukan pekerjaan utama kita.
Bukan mesin
Bekerja keras mengejar pemasukan, sih, boleh-boleh saja. Tapi jangan sampai, deh, hasil kerja keras kita sia-sia karena kita nggak punya waktu untuk menikmatinya. Hidup harus tetap seimbang, dong. Luangkan waktu setidaknya sekali seminggu untuk ngumpul dengan sahabat atau makan bareng keluarga. Pemasukan lancar, kehidupan sosial juga jalan terus. CC