Pastikan lamaran, CV, dan pasfoto yang kita kirim dalam bentuk yang mudah dikenal. Hal ini untuk menghindari file yang kita kirim nggak terbaca karena si penerima nggak punya programnya.
Perhatikan juga besarnya file, jangan sampai lebih dari 1 MB. Jika kita mengirimkan attachment ijazah dan pasfoto, sebaiknya tidak mengirimkan dalam bentuk yang terlalu besar atau kecil, soalnya akan menyulitkan si pembaca.
Ukuran sedang untuk satu file teks adalah 100 KB sedangkan foto dan ijazah 200-300 KB. Kan, kita juga yang rugi kalau lamaran kita langsung di-delete hanya gara-gara memberatkan komputer si penerima.
Buat kita yang sudah bekerja, tapi ingin melamar pekerjaan baru, hentikan, deh, niat mengirim lamaran pakai e-mail kantor.
Selain nggak etis, risikonya cukup besar jika ketahuan HRD kantor. Apalagi, nih, kalau perusahaan yang kita kirimkan lamaran adalah perusahaan pesaing.
Memenuhi kualifikasi
Idealnya, sih kita melamar posisi yang kualifikasinya bisa kita penuhi. Tapi seringnya kita tergiur juga untuk melamar posisi yang sebenarnya meminta lebih. Seperti usia kita yang masih kurang banyak. Nekat melamar atau nggak, ya?
Untuk perusahaan perbankan, biasanya syarat yang diajukan untuk calon karyawan banyak dan seleksinya pun ketat. Namun ada juga perusahaan yang masih mau memperhitungkan hasil psikotes dan wawancara sebelum memutuskan layak-tidaknya calon karyawan yang kurang memenuhi syarat.
Jika memang kita merasa pede untuk mengirimkan lamaran, sih, sah-sah saja. Kalaupun ditolak, setidaknya CV kita sudah masuk dalam database perusahaan. Sesekali waktu dibutuhkan seseorang dengan kualifikasi seperti kita, siapa tahu akan ada panggilan. CC