Career
Senior Bimbing Junior

31 Jul 2012

Saat kita ditunjuk atasan untuk membimbing anak baru, jangan malas dulu. Hitung-hitung pemanasan jadi bos. Supaya coaching kita sukses, perhatikan tiga langkah di bawah ini:

Skill Vs Tuntutan
Kita harus mengenali gap antara skill yang dimiliki si anak baru dengan tuntutan perusahaan. Dengan begitu, kita tahu hal apa yang perlu dan nggak perlu diajarkan.

Caranya bisa dengan membaca CV atau 'wawancara' kecil-kecilan. Jangan lupa mencatat perkembangan si anak baru dari waktu ke waktu sehingga kita tahu sejauh mana keberhasilan coaching dan aspek apa yang masih perlu ditekankan.

Metode Tepat
Beda orang pasti beda karakternya, jadi, kita nggak bisa menyamaratakan metode coaching.
Advertisement


Si A misalnya, tipe yang harus dijelaskan secara detail langkah per langkah. Sementara si B langsung mengerti sekali dicontohkan. Nah, PR kita, deh, untuk mengenal perbedaan ini. Bukannya malah langsung 'menuduh' karyawan baru bodoh.


Menghidupkan Semangat
Saat menegur ketidakberesan si anak baru, niat kita, sih, sebenarnya baik. Tapi karena nada bicara atau kalimat yang dipilih kurang tepat, bisa jadi kedengarannya malah menjatuhkan. Bisa jadi si anak baru bukan tambah semangat melainkan drop dan merasa nggak mampu. Intinya jangan sampai cara yang kita gunakan bertentangan dengan niat sesungguhnya. CC




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?