Karier mandek
Tak ada gairah
Nggak sedikit yang berpendapat kalau menjalankan satu pekerjaan, tuh, mirip pacaran. Saat percikan-percikan cinta sudah nggak berasa lagi, kita mungkin kudu mengambil keputusan yang berat yakni putus. Begitu juga dalam karier. Setelah sukses melewati masa dua tahun yang (dulu) penuh tantangan, sudah saatnya bagi kita untuk menjajal bidang lain yang lebih menantang.
Berkeluh kesah tiap hari mengenai masalah pekerjaan merupakan salah satu tanda kalau kita nggak cocok dengan pekerjaan tersebut. Nggak usah memaksakan diri untuk terus bekerja sebagai staf administrasi kalau kita pecicilan alias nggak bisa diam. Mending asah 'bakat' kita di bidang pekerjaan yang dinamis seperti jurnalistik, presenter, atau copy writer.
Penghasilan minim
Harus diakui kalau gaji adalah motivator kuat saat kita bekerja. Nggak asyik, kan, kalau kita mengerjakan tugas kantor asal-asalan karena gaji terlalu minim? Jika kita merasa mampu dan memiliki modal (kemampuan) untuk mengerjakan jenis pekerjaan yang bergaji besar, kenapa nggak dicoba?
Memberi pengaruh negatif
Pekerjaan yang lebih banyak memberikan pengaruh negatif pada diri kita nggak patut dipertahankan. Nggak usah ragu-ragu, deh, untuk banting setir jika orang-orang dari bidang pekerjaan kita hobi mengonsumsi narkoba. Bagaimanapun, nyawa dan keselamatan merupakan prioritas utama. Buat apa penghasilan besar kalau hati merasa nggak nyaman dan tenang? CC