Career
Portfolio Tepat, Gaet Pekerjaan! (part 1)

20 Nov 2012

Hari gini persaingan di dunia kerja memang sangat ketat. Kalau nggak pintar mencari celah, bisa-bisa kita kalah bersaing dengan ribuan pelamar lainnya untuk memperoleh pekerjaan impian.
     Makanya, lamaran yang kita kirimkan pada perusahaan-perusahaan incaran kudu terlihat menonjol, tuh! Selain Curriculum Vitae yang informatif dan berdesain menarik, portfolio kreatif juga berperan besar menentukan kelangsungan karier kita!
    Ternyata, nih, membuat kumpulan hasil karya yang mampu mencuri perhatian penyedia lowongan kerja nggaklah semudah membalikan telapak tangan. Nggak sedikit pelamar yang gagal menembus tahap selanjutnya meski sudah mengirimkan portfolio setebal buku Harry Potter.
    Eits, jangan putus asa dulu, CC punya resepnya, kok, untuk menghasilkan portfolio 'ajaib'....



Banyak fungsinya
Nggak bisa dipungkiri kalau portfolio memegang peranan penting bagi masa depan kita. Soalnya, nih, portfolio merupakan salah satu sarana untuk menunjukan kemampuan kita di bidang masing-masing.
    Dari benda satu inilah seorang penyedia lowongan kerja bisa melihat nilai lebih kita dibandingkan pelamar lainnya! Menurut Bernadeta Kusdiantari, Psi, konsultan karier dari Experd, portfolio pada umumnya memang diperlukan oleh seseorang yang bekerja di bidang kreatif.
     Designer, product design, design grafis, fotografer, hingga penulis adalah beberapa contoh di antaranya. Tapi hal ini tidaklah mutlak karena masih ada bidang-bidang pekerjaan lainnya yang menuntut portfolio dari sang pelamar.
    “Hasil karya para pekerja kreatif tidaklah sama dan dipengaruhi oleh tren tertentu. Selain mereka, ada juga pekerja dari bidang arsitektur dan jurnalistik yang juga mengandalkan portfolio untuk memperoleh pekerjaan. Intinya, sih, portfolio memang berfungsi sebagai media untuk 'menjual' diri.”
Advertisement

Digital vs tradisional
Ada beberapa cara bagi kita untuk menunjukan portfolio pada perusahaan incaran. Bisa melalui cara tradisional alias cetakan hasil karya terbaik kita, maupun digital yaitu memasukan mereka ke dalam suatu CD.
    Bahkan nggak sedikit, tuh, di antara kita yang memamerkan portfolio di website pribadi!
    “Kita mesti mempertimbangkan permintaan perusahaan sebelum menunjukan portfolio kita. Jika perusahaan tidak memiliki permintaan khusus, sebaiknya kirimkan portfolio dalam bentuk print out.
     Memang, sih, cara ini membutuhkan biaya yang lebih besar, tapi setidaknya lebih praktis dan tidak mengharuskan calon atasan kita membuka komputer atau website,” kata Deta.
    Kalau lebih sreg memberikan portfolio dalam bentuk digital, sebaiknya mintalah izin dulu pada perusahaan yang memanggil kita.
    Hal inilah yang dilakukan Aziziah, freelancer design grafis. Berdasarkan pengalamannya, sebagian besar perusahaan tidak akan keberatan melihat karya sang pelamar dalam bentuk CD!
    Senada dengan Aziziah, Maysi Amalia, copywriter dari Advantage Advertising, juga lebih senang memamerkan karyanya secara digital. Malahan, nih, dia memiliki website pribadi yang memuat hasil kerjanya selama ini.
   Jadi saat melamar pekerjaan Maysi pun hanya mengirimkan print ad berisikan data dirinya plus link ke websitenya tersebut! CC




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?