Bukan dalam arti negatif, kok. Tapi, melalui cara mengubah kebiasaan menggunakan uang. Contoh, nih, bila setiap bulan harus pergi ke salon khusus kuku untuk manicue-pedicure, mulai sekarang, coba lakukan sendiri. Lebih hemat, waktunya pun bisa ditentuka sesuai keinginan Anda.
Kontrol impuls atau dorongan belanja
Simpan uang Anda pada tempat yang sulit ‘dijangkau’. Salah satu caranya ditempatkan pada tabungan tanpa kartu debet sampai uangnya terkumpul.
Kalaupun Anda diberi dan diharuskan menerima kartu tersebut, jangan langsung melihat nomor PIN-nya. Simpan saja dan baru lihat saat diperlukan banget. Dengan begitu, Anda tidak ingat nomornya dan menghindari pengambilan tidak pada waktunya.
Fokus!
Supaya selalu teringat dengan barang yang mau dibeli, tempelkan potongan gambar di tempat-tempat yang sering Anda lihat. Bila mau membeli tas berharga mahal, tempelkan gambar tas tersebut dekat komputer kerja Anda. Atau, gambar negara tertentu saat mau traveling, Ucapkan pula mantra saat melihat gambar tadi: “Hanya soal waktu….”
Cari penghasilan tambahan
Perusahaan–perusahaan riset biasanya membutuhkan tenaga lapangan untuk mengumpulkan data. Anda bisa menawarkan tenaga untuk ‘membantu’ mereka—dengan bayaran tertentu. Atau, menjadi penulis lepas. Pekerjaan sampingan tentu tidak boleh mengganggu pekerjaan utama Anda. Karena itu, pilih yang waktunya fleksibel, tapi penghasilannya cukup menguntungkan Anda.
Setelah beberapa waktu, hitung kembali modal yang Anda kumpulkan. Gunakan saat benar-benar terkumpul sesuai harga yang anda bayarkan. Namun, bila keinginan membeli tadi sudah hilang, tak perlu sedih, karena dana tersebut tetap bisa ditabungkan, kan, untuk keinginan Anda yg lain. (MEI/Foto:Fotosearch)