Selain itu, kita sudah memiliki asuransi untuk proteksi, misalnya asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. Setelah itu, barulah kita bisa merencanakan investasi. Diantaranya:
Deposito
Deposito adalah salah satu investasi yang paling simpel. Bentuknya simpanan di bank yang penyetoran atau penarikannya dilakukan pada waktu tertentu saja.Karena uang kita 'dikunci' maka bank memberikan bunga lebih tinggi dibandingkan tabungan yang uangnya bisa ditarik kapan saja.
Sebagai 'bentengnya' kita dikenakan denda jika mencairkan deposito sebelum jatuh tempo alias waktu yang ditentukan kapan boleh mengambil uang tersebut. Bunga deposito pun bisa diakumulasi menjadi jumlah pokok deposito, dan seterusnya. Tanpa sadar, uang kita akan terus berbunga dan berbunga terus.
Obligasi
Ini adalah surat utang jangka panjang yang dikeluarkan lembaga swasta atau pemerintah dengan nilai nominal dan waktu jatuh tempo tertentu. Obligasi bisa jadi alternatif investasi jangka panjang dengan tingkat keuntungan lebih tinggi dari deposito. Hanya saja kita harus memiliki dana yang besar. Umumnya obligasi satu perusahaan mencapai Rp 1 miliar.
Reksa dana
Nggak perlu dana besar dan proses investasinya mudah. Biasanya, sih, kita dibantu manajer investasi untuk mengalokasikan uang kita. Tetapi, hati-hati pilih lembaga keuangan yang terpercaya dengan manajer investasi bereputasi baik. Jangan sampai kita kena tipu.
Saham
Surat kepemilikan suatu perusahaan yang sudah go public, itulah yang dimaksud dengan saham. Jenis investasi ini termasuk yang paling menguntungkan, tapi risikonya juga besar. Jika mau mencoba investasi jenis ini, kita harus berani rugi. Rugi, dong, kalau sering nggak bisa tidur karena stres memikirkan nilai saham kita. CC