Tinggal ikuti langkah berikut, deh, hari per hari…
1. List semua daftar utang berdasarkan prioritas dengan mendahulukan utang berbunga tinggi. Misalnya, cicilan kartu kredit (meski tidak dianjurkan punya cicilan kartu kredit) atau kredit tanpa agunan (KTA).
2. Buat daftar utang yang bersifat cicilan rutin seperti kredit pemilikan rumah (KPR) atau kredit pemilikan kendaraan bermotor (KPM).
3. Saatnya membuat daftar barang kebutuhan sehari-hari. Misalnya: peralatan mandi, biaya makan, transportasi, hingga tagihan listrik atau telepon.
4. Setelah menghitung total pengeluaran untuk cicilan maupun kebutuhan sehari-hari, siapkan dana untuk investasi. Bisa berupa dana saham atau menabung biasa sebesar 10 persen gaji. Sisihkan juga 10 persen gaji untuk premi asuransi kesehatan.
5. Saatnya menyusun bujet entertainment. Setelah kerja, kan, kita juga perlu bersenang-senang! Bisa nongkrong bareng teman, menonton konser, maupun berlibur.
6. Tunjukkan draft perencanaan keuangan yang sudah kita buat pada si dia. Dukungan pacar bisa menjadi motivasi kita, tuh.
7. Saatnya membayar tagihan listrik atau pulsa ponsel.
8. Periksa pengeluaran kita selama seminggu terakhir apakah tetap berpegang pada anggaran.
9. Bawa bekal untuk makan siang di kantor agar nggak perlu keluar uang untuk jajan.
10 . Tinggalkan kartu kredit di rumah. Jika membawanya, kita bakal tergoda untuk membeli barang yang sebenarnya nggak perlu.
11. Punya lebih dari dua kartu kredit? Sebaiknya pertahankan satu saja—uang kita bisa habis untuk membayar biaya administrasi dan bunga (jika ada).
12. Buatlah reminder atau pengingat tanggal jatuh tempo cicilan. Meski denda tak seberapa, hal itu akan mengacaukan perhitungan anggaran kita.
13. Bikin kartu member di pasar swalayan langganan untuk mendapat potongan harga dan promo lainnya—asal nggak harus mengeluarkan uang lagi, ya.
14. Hindari cuci mata di mall. Langsung pulang saja, deh, untuk makan malam dengan keluarga.
15. Stop langganan e-mail dari situs daily deal yang memberikan tawaran ‘menggoda’. (NAD/Fotosearch)