Career
Aturan Berkicau di Twitter & Hubungannya dengan Karier

26 Sep 2012

Akun twitter memang milik pribadi, tapi namanya juga media sosial berarti setiap orang bisa melihatnya. Meski berlangsung di dunia maya, dampaknya seringkali nyata. Jika tidak hati-hati nge-tweet, bisa berisiko terhadap kehidupan karier kita. Baca rambu-rambunya!

Identitas profesional
Hindari menggunakan nama yang terlalu alay, seperti ‘4q C4ntiq’. Lebih baik nama jelas kita saja. Jangan lupa, kasih foto yang jelas menampilkan wajah kita dalam pose dan pakaian yang sopan.

Di dalam pagar
Jangan cuma membicarakan diri sendiri, apalagi mengumbar yang bersifat personal. Jauhi twitter saat kita kesal, marah, dan ingin curhat.


Follow yang penting

Misalnya, media yang kita baca, website dengan penawaran menarik, dan lainnya. Biar update dengan berita terbaru dunia alias nggak kuper. Sstt, nggak sedikit, tuh, perusahaan yang membuka lowongan lewat Twitter.

Anti men-tweet negatif

Terutama tentang perusahaan atau atasan tempat kita bekerja. Jika punya keluhan, baiknya bicarakan langsung dengan atasan. Twitter bukan tempat yang tepat untuk mengeluh—siapapun bisa ‘melihat’ kita, tuh.

Kicau cerdas
Punya pesan lucu, sampaikan saja di Twitter. Makin inspiratif isinya, makin banyak followers kita, karena kita dikenal sebagai penyebar pesan positif.  
Advertisement

Jangan update melulu
Maksimal empat tweet per hari, deh. Lebih dari itu bisa mengganggu konsentrasi kita bekerja.

Ngobrol langsung
Pergunakan Twitter untuk mengobrol dengan seleb, penulis, atau tokoh favorit kita. Cara ini berguna buat memperluas networking.

Promo kerjaan
Gunakan Twitter untuk mengembangkan usaha dan hobi kita.  Sudah banyak contoh sukses, seperti Pandji Pragiwaksono (@pandji) yang bikin program radio dan TV, Provocative Proaktif. Atau buku, Kicau-Kacau-nya Indra Herlambang, hasil ‘kicauan’ di @indraherlambang.

Saring kalimat
Mengkritik tokoh, seleb, atau salah satu instansi, sih, boleh saja, tapi jangan pakai kata kasar, ah. Malah kita bisa dituntut karena dianggap menfitnah. Bukan hanya nama kita yang dicap negatif, tapi juga tempat kita bekerja.

Dikunci saja
Ini untuk menghindari kita di-follow akun lain yang bagi kita nggak penting. Misalnya, akun belanja online atau klien yang ingin kita hindari, he he he. CC




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?