Career
6 Rekan Kerja Pengganggu dan Cara Menaklukkannya (part 1)

4 Dec 2012

Rekan kerja adalah salah satu kunci kenyamanan kita dalam bekerja. Maklum, tiap harinya kita kudu berinteraksi dengan mereka untuk memberikan kontribusi pada perusahaan.
    Wajar kalau kita berharap untuk memiliki rekan kerja yang menyenangkan sekaligus mudah diajak bekerja sama. Sayangnya, nih, kenyataan nggak selalu sesuai harapan. Berikut tipe-tipenya dan cara menghadapinya....


Ngeluh terus
Setiap harinya rekan kerja kita selalu mengeluh mengenai nasibnya yang 'buruk'. Mulai dari gaji yang kecil, beban pekerjaan yang besar hingga pekerjaan yang tidak sesuai minatnya. Bosan, deh, mendengar keluhan yang sama terus menerus....

Hadapi, dong!
Seorang pengeluh biasanya lebih suka berpangku tangan tanpa berusaha untuk memperbaiki nasib. Kita perlu 'menyentilnya' sekaligus mendukungnya untuk meraih impian, termasuk dalam hal pekerjaan.
    Katakan padanya kalau dia sebenarnya mampu asal mau berusaha. Supaya saran kita lebih mengena, ceritakan kesulitan-kesulitan yang pernah kita alami beserta cara mengatasinya.
    “Berikan pengertian padanya kalau dia boleh saja bertanya pada rekan kerja atau atasan tiapkali menghadapi masalah pekerjaan. Jika sikapnya sudah tidak bisa ditolerir, sebaiknya jangan hiraukan dia untuk menyadarkannya kalau keluhannya sudah mengganggu orang-orang di sekelilingnya,” kata Sekar.

Miss gossip
Maksudnya mungkin ingin memberi kesan terpelajar dan cerdas, tapi kebiasaan rekan kerja mendominasi pembicaraan justru membuat kita bete. Tiapkali ada topik terbaru mengenai perusahaan hingga gosip artis, dia pasti membahasnya di setiap kesempatan dan 'membumbui' faktanya supaya lebih heboh!
Advertisement

Hadapi, dong!
Kita memang harus bersabar menghadapi rekan yang ingin selalu eksis. Jangan langsung menyalahkannya ketika dia mengatakan suatu hal yang salah. Ucapkan kata-kata netral seperti; “setahu saya klien A justru ingin produk C dibandingkan D”. Penting, tuh, supaya kita nggak diberi kesan 'sok tahu' seperti dirinya!
    Kita nggak perlu meladeninya jika sudah merasa nggak tahan. Sikap diam kita bakal menghentikannya untuk berpuas diri dan berbicara lebih banyak lagi. Dalam keadaan terdesak pasanglah earphone dan berpura-puralah mengetik hasil rapat tadi pagi. Terjebak bersamanya di lobi atau ruangan lainnya? Kabur saja ke toilet!


Kita senior dia bawahan
Nggak usah bingung bersikap jika rekan kerja yang nyebelin adalah bawahan kita. Sebagai atasan kita kudu bisa menciptakan komunikasi yang efektif demi menciptakan tim solid.

Hadapi, dong!
Hadapi, deh, rekan tersebut dengan cara coaching, yaitu mendiskusikan situasi yang dihadapinya, target yang ingin dicapainya serta memberikan dukungan terhadap rencananya!
    “Coaching sangat penting untuk anak buah demi meningkatkan kemampuan dan keterampilan mereka dalam menghadapi tantangan kerja. Setelah melakukan coaching, minta secara tegas pada bawahan mengenai komitmennya untuk memperbaiki sikap yang kurang efektif untuk perusahaan. Jelaskan juga punishment yang akan diterima mereka jika masih kurang kooperatif terhadap perusahaan,” jelas Sekar. CC




 


MORE ARTICLE

polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?