Cari tahu jenis tulisan yang jadi kelebihan Anda. Jika Anda merasa jago menulis cerpen, tawarkan tulisan pada majalah yang Anda tahu memiliki rubrik fiksi. Asal menawarkan tulisan malah membuat Anda dianggap cap-cip-cup memilih majalah, tuh. Sebaiknya, ketahui dengan pasti rubrik apa saja yang ada di majalah sasaran Anda.
Kirim penawaran
Cari tahu e-mail redaksi yang Anda inginkan dan tawarkan diri untuk menjadi kontributor. Jelaskan secara singkat tentang artikel yang bisa Anda buat. Jangan lupa sertakan contoh tulisan agar pihak redaksi tahu kemampuan menulis Anda. Jika Anda menawarkan artikel traveling, sertakan juga beberapa foto pendukung tulisan Anda nantinya.
Manfaatkan koneksi
Anda kebetulan kenal dengan seleb, tokoh ternama, atau orang-orang berprestasi? Manfaatkan untuk 'menjual diri' kepada pihak redaksi. Katakan bahwa Anda bisa menuliskan hasil wawancara dengan si tokoh sesuai keinginan majalah tersebut.
Dengarkan editor
Setelah sukses diterima menjadi kontributor, dengarkan masukan dari editor majalah tersebut. Meskipun status Anda bukan karyawan di majalah tersebut, sebagai kontributor Anda harus menuruti kemauan dari editor. Jika Anda diminta mengubah gaya bahasa atau mencari angle tulisan tertentu, wajib Anda lakukan.
Tepati deadline
Agar Anda bisa jadi kontributor tetap, pastikan memberikan image yang bagus. Jangan pernah mengirimkan tulisan melebihi jadwal deadline. Selain membuat Anda dinilai tidak profesional, keterlambatan Anda bisa mengganggu jadwal pengiriman artikel tersebut ke percetakan. Jangan sampai, deh, majalah jadi telat edar karena Anda.