Cari tahu, deh, seberapa happy-nya kita bekerja di tempat sekarang. Cek apa saja yang membuat kita bersemangat, apa yang bikin kita merasa dihargai, apa kelebihan kita, dan apa yang mudah kita lakukan. Jangan lupa juga cari tahu kapan kita merasa frustasi dan nggak terpenuhi. Dengan mengenal diri sendiri, kita pun jadi lebih mudah menentukan karier yang pas.
Seimbang
Jangan sampai, deh, gara-gara pekerjaan, kita jadi nggak punya kehidupan pribadi—jarang ngumpul dengan keluarga atau nggak ada waktu hanIgout dengan sahabat dan pacar. Cobalah cari perusahaan yang fleksibel alias nggak gila kerja. Monique Valcour, profesor dari EDHEC Business School in France, berpendapat kalau karier dan kehidupan pribadi mesti seimbang.
Jika ingin karier semakin maju, kita harus bekerja di perusahaan yang memberi kita pelajaran-pelajaran baru. Dengan begitu, kita bisa terus berkembang dan mendapatkan hal-hal berbeda tiap harinya. Belajar terus menerus akan membuat kita kayak ilmu, deh, plus pekerjaan nggak jadi monoton.
Inspiring people
Penelitian menunjukkan kalau karyawan yang memiliki teman dekat di kantor biasanya lebih semangat bekerja, merasa lebih terikat dengan atasan, dan jarang berhenti kerja. Yap, rekan kerja sangat berpengaruh pada kemajuan karier. Jika kita sudah merasa nyaman dengan rekan kerja, plus mendapatkan banyak ilmu dari mereka, artinya kita sudah setengah jalan menuju sukses. Selanjutnya tinggal kita yang berusaha.
Kembangkan
Cal Newport, penulis So Good They Can’t Ignore You: Why Skills Trump Passion in the Quest for Work You Love mengungkapkan kalau bekerja sesuai passion bukanlah satu-satunya ide. Sebaliknya, kita harus menemukan dan mengembangkan passion dari pekerjaan yang dijalankan, tuh. Begitu berhasil melakukannya, kita pun akan lebih mudah meraih kesuksesan karier. (VIN/FOTO:FOTOSEARCH)