Cari common ground
Bila negosiasi yang berlangsung hanya mengandalkan satu poin saja (single agenda), misalnya: masalah harga, hal itu berarti kita dan klien tidak memiliki kesamaan area (common ground) karena masing-masing memiliki kepentingan berbeda.
Karena itu, kegiatan tersebut tidak dapat dikatakan negosiasi, melainkan tawar-menawar. Negosiasi harus memiliki beberapa aspek lain yang memungkinkan kita dan klien 'bergerak' mencapai kesepakatan.
Riset
Sebelum bernegosiasi, kita harus melakukan riset dan kumpulkan informasi seputar mitra negosiasi sebagai bagian dari persiapan.
Lalu, tentukan BATNA (Best Alternative to A Negotiated Agreement) dan WATNA (Worst Alternative to A Negotiated Agreement) supaya kita punya bayangan mengenai sikon yang akan dihadapi.
Siapkan diri
Tingkatkan kemampuan interpersonal kita, seperti komunikasi, persuasi, dan membaca peta kekuatan di organisasi. Hal-hal tersebut akan memperkaya kelincahan dan kepercayaan diri kita untuk bernegosiasi.
Punya strategi
Miliki strategi 'perang', misalnya hard on the issue but soft in person. Teguh pada pendidikan boleh saja, kok, asal jangan sampai kehilangan senyum dan niat baik. Kita, kan, nggak pernah tahu kapan akan berhadapan lagi dengan mitra negosiasi tersebut di kemudian hari. Perlu diingat juga, seorang negosiator andal bukanlah pihak yang selalu menang, melainkan orang yang dapat menemukan win-win solution.
Evaluasi
Jangan lupa lakukan evaluasi setiap selesai 'bertempur' baik menang ataupun kalah. Maksudnya, sih, agar kita bisa melihat kelemahan dan kekurangan diri sendiri untuk segera diperbaiki. Selain itu, evaluasi bikin kita bisa melihat peluang lain yang sebelumnya tidak disaradi. CC