Untuk barang-barang kebutuhan harian, seperti makanan, toiletries, BBM, rencanakan secara mingguan. Sedangkan bagi barang ‘besar’ dan rekening-rekening, seperti listrik, air, kredit rumah, bisa dianggarkan secara bulanan—yang memang dibayar bulanan. Kesalahan pada budget mingguan mudah diketahui dan diperbaiki secepatnya dibanding bulanan.
Buat akun pengeluaran tak terduga
Dalam perencanaan keuangan, ada pos untuk pengeluaran tak terduga dan dana darurat. Khusus pos pengeluaran tak terduga, apabila dananya tidak terpakai, bisa Anda tabung nantinya.
Jangan pernah ‘memasukkan’ uang ekstra
Tidak perlu merencanakan dengan uang yang belum diterima. Bisa-bisa rencana anggaran Anda malah gagal karena ada kemungkinan uang tersebut gagal diterima pula. Rencanakan dengan yang ada. Apabila jadi menerima uang lebih, bisa ditabung untuk anggaran selanjutnya.
Bila ragu, lebihkan.
Jika harus mengira-ngira jumlah uang yang akan digunakan, lebihkan anggaran dari perkiraaan Anda. Kalau pas-pasan atau malah kurang, berisiko menghabiskan anggaran Anda.
Rencanakan sesuatu pada uang ‘sisa’
Tujuan budgeting bukan hanya untuk menghindari batas kritis keuangan, tapi juga, moga-moga, tetap berada di zona aman kondisi keuangan serta bisa menyimpan uang untuk masa depan Anda. Apapun rencana untuk uang Anda, seperti ditabung, untuk uang pensiun, atau diinvestasikan pada reksa dana, jalankan. Kalau uang ekstra tetap berada di kantong anda, kemungkinan malah terpakai nantinya. (MEI/FOTO: FOTOSEARCH)