Seringkali orang berhemat pada barang yang benar-benar dibutuhkan, tapi tergoda membeli barang-barang sampingan yang harganya tidak murah juga. Misal, nih, saat membeli smartphone, Anda tergoda langsung melengkapi dengan casing yang diimingi kata-kata 'asli' dan 'khusus'. Jika mau, Anda bisa mencarinya secara online dengan harga yang lebih murah.
Diskon bukan murah
Cuma karena melihat harga-harga yang sedang miring atau tawaran keuntungan, Anda langsung kalap membeli dalam jumlah besar. Padahal, meski diskon, tapi jika belanja banyak, tetap saja Anda bersikap boros. Menurut majalah Money Magazine, para pembelanja online belanja sepertiga lebih banyak ketika ditawarkan ongkos kirim gratis.
Buat perbandingan
Redakan dorongan belanja
Cuma gara-gara iseng menghabiskan waktu di mal, seringnya Anda malah membawa tentengan begitu pulang. Lain waktu, ketika dorongan belanja secara impulsif itu datang lagi, bergegas pergi dari toko tersebut. Bila masih ada keinginan belanja, kasih waktu diri Anda selama 24 jam untuk memikirkan kembali perlu atau tidak membeli barang tersebut.
Jangan dicoba
Karena begitu Anda mencoba suatu barang, secara psikologis timbul rasa ingin memiliki barang tersebut. Di tambah juga pemikiran, jika tidak membelinya, Anda akan merasa rugi. Karena itu, kalau tidak ingin belanja, tidak perlu iseng mencoba sebuah barang.