Career
5 Aturan Curhat di Kantor

5 Apr 2013

Sepanas-panasnya gosip seleb, gosip di kantor pastilah lebih panas, hehehe. Tapi sharing cerita di kantor nggak bisa sembarangan. Alih-alih ikutan berkomentar, malah kita yang dituduh sebagai penyebarnya. Cek dulu aturannya, nih.

Bikin batas
Punya masalah pribadi dengan pacar boleh saja, sih, membaginya sedikit dengan rekan kerja. Tapi seperlunya saja dan ceritakan sambil lalu—seakan-akan kita nggak terlalu memedulikannya.
Terlalu sering curhat masalah pribadi malah menimbulkan kesan kita nggak bisa membagi pikiran antara pekerjaan dan pribadi.


Cuma pendengar
Saat atasan atau rekan kerja bercerita soal gosip di kantor, posisikan kita hanya sebagai pendengar, bukan membenarkan atau menambahkannya, apalagi menceritakannya lagi pada orang lain. Bisa-bisa malah dituduh biang gosip.


Advertisement
Anticurhat kerjaan

Memang, sih, rekan kerja yang paling mengerti beban pekerjaan kita. Tapi sedekat-dekatnya kita dengan rekan kerja, hindari curhat pekerjaan (apalagi tentang atasan) padanya. Bukan nggak mungkin kalau isi cerita kita malah disampaikan kepada atasan.

Bukan konsumsi publik
Kesal dengan bos bukan alasan kita boleh curhat dengan cara ngomel di sosmed. Biarpun dicantumkan #no mention, tetap saja follower tahu kalau kita mengeluh soal kantor. Mungkin saja, kan, staf HRD jadi salah satu follower kita?

Jangan ngadu
Siapa yang nggak kesal dengan rekan kerja malas. Kita berhak, kok, melaporkannya pada atasan tapi nggak perlu hingga mengeluhkan sikapnya. Laporkan secara profesional, misalnya katakan dia pernah beberapa kali melewati deadline, namun nggak usah mengatakan penyebabnya. Ingat, menilai kinerja bukan tugas kita, melainkan atasan. (SM/FOTOSEARCH)




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?