Agar uang kita nggak ‘kabur’ ke mana-mana, bagi penghasilan menjadi empat pos utama:
- 10 % untuk kegiatan rohani dan sosial.
- 20 % untuk investasi, dana darurat, dan asuransi.
- 30 % untuk utang (cicilan KPR atau mobil—jika masih belum punya cicilan bisa ditambahkan ke pos investasi).
- 40 % untuk kebutuhan sehari-hari. Mulai dari biaya makan, pakaian, tranportasi, dan entertainment.
Review harian
Buat catatan pengeluaran harian di buku khusus untuk memantau dan mengontrol keuangan kita. Lakukan di malam hari ketika seluruh kegiatan sudah berakhir agar tidak ada yang terlewat. Kalau ada pengeluaran tersier di luar rencana, artinya besok kita harus mengurangi kegiatan bersenang-senang.
Punya target
Apa, sih, yang kita harapkan dalam beberapa tahun mendatang? Apakah dalam waktu empat tahun ke depan ingin membeli rumah, mobil, atau ingin pensiun dini sebelum usia kepala lima? Target ini akan memotivasi kita lebih disiplin menyimpan uang. Kita pun dapat memprediksi jumlah dana yang perlu disisihkan tiap bulannya!
Berani berinvestasi
Masih banyak di antara kita yang belum menyadari pentingnya berinvestasi emas atau reksa dana. FYI, investasi reksa dana—khususnya saham—bisa memberi return yang lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa. Pilih manajer investasi yang terdaftar dalam OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Jika belum terlalu memahami reksa dana, buka www.infovesta.com.
Sebarkan!
Masih terkait investasi, kita disarankan untuk memilih lebih dari satu jenis produk. Misalnya, reksa dana saham dan reksa dana pasar uang. Jadi saat saham anjlok, investasi kita tidak terpengaruh karena masih ada investasi pasar uang yang stabil.
Cari tahu 15 cara lainnya di majalah Cita Cinta No. 12/2014 harga Rp 24.000 yaa..