Foto: Pexels
berbagai makanan. Semua itu bisa saja menimbulkan gangguan kesehatan di masa datang. Namun, bukan berarti seorang chef harus kelebihan berat badan dan berisiko terkena serangan jantung atau diabetes di kemudian hari. Selalu ada cara untuk mencegahnya, seperti usaha yang dilakukan oleh profesional ini.
Tria Nuragustina, 37, Food Editor Femina
Saya juga sering kali harus menghadiri undangan pembukaan restoran baru, food testing, dan bermacam jamuan makan. Walau segala makanan ditelan, saya berusaha untuk menjaga porsinya tetap kecil. Enaknya, ada beberapa orang di tim boga femina, sehingga saya tidak perlu tiap hari harus makan banyak.
merasakan nyeri di dada sebelah kiri. Tidak terlalu sakit dan paling hanya dua kali seminggu, tapi tetap membuat saya khawatir ada yang salah.
Benar saja, saat medical check up tiga bulan lalu, menurut dokter ada gangguan pada katup jantung saya. Setelah dirunut-runut, dokter mencurigai pola makan yang berantakan dan terutama karena saya tidak pernah olahraga, yang jadi pemicunya. Mungkin saya kebanyakan gula. Meski tidak pernah kelebihan berat badan, saya tidak berotot.
Demi bertahan tetap sehat dalammenjalani profesi yang membuat saya selalu dikelilingi makanan, sekarang saya usahakan untuk berolahraga. Belum terlalu banyak porsinya, saya baru bisa jalan cepat selama 45 menit, 2 - 3 kali seminggu. Saya juga berusaha membenahi pola makan agar lebih teratur. Kalau biasanya sayuran yang saya tanam sendiri di rumah spesial untuk anak, kini saya juga harus membiasakan diri memakannya.(f)
Baca juga:
76% Generasi Muda Mengkonsumsi Makanan Sehat
5 Komposisi Tepat Makan Sehat yang Wajib Anda Ketahui
Makanan dan Nutrisi yang Disarankan untuk Kesehatan Jantung
Topic
#profesikuliner