Health & Diet
Aturan Konsumsi Minuman Isotonik

20 Oct 2016


Foto: Fotosearch

 
Peningkatan tren olahraga di Indonesia rupanya turut mendorong popularitas minuman isotonik. Saking populernya, menurut data Asosiasi Industri Minuman Ringan yang dilansir di situs resmi Kementerian Perindustrian RI, bisnis minuman isotonik akan terus tumbuh rata-rata 20 persen per tahun. Pada tahun 2012 saja, nilai penjualannya mencapai Rp3,5 triliun. Benarkah minuman isotonik lebih efektif untuk menghidrasi tubuh dibanding air putih?

Penting diingat, tidak semua orang butuh minuman isotonik untuk konsumsi harian. Jika aktivitas harian cukup berat, dilakukan saat cuaca panas atau suhu ruang yang panas sehingga tubuh mengeluarkan banyak keringat, minuman isotonik bisa membantu tubuh Anda tetap terhidrasi dengan baik. “Namun, kalau aktivitas harian Anda biasa-biasa saja, air putih tetap pilihan utama karena air putih tidak akan membuat kadar glukosa Anda meningkat,” saran Andi. 

Menurut riset American College of Sport Medicine, menjaga asupan nutrisi dan cairan tubuh sangat penting untuk menjaga performa. Menjaga cairan tubuh idealnya dilakukan sebelum, saat, dan setelah beraktivitas. Jika Anda ingin memanfaatkan minuman isotonik, begini aturannya:  

Sebelum beraktivitas
Empat jam sebelum beraktivitas atau berolahraga, biasakan untuk mengonsumsi 500-600 ml air putih secara bertahap  tiap 10-15 menit sekali. Jika memungkinkan, timbang berat badan Anda sesaat sebelum memulai aktivitas.

Jika ingin berolahraga pagi hari, pastikan Anda menghidrasi tubuh 24 jam sebelumnya, dengan aturan yang sama, dan jangan lewatkan makan malam. Jika memungkinkan, 2 jam sebelum berolahraga pagi, minum 500 ml air putih secara bertahap.
 
Saat beraktivitas
Advertisement
Asupan cairan saat beraktivitas bergantung pada durasi dan intensitas kegiatan. Bila Anda melakukan latihan inti selama kurang dari 60 menit, asupan air putih yang ideal adalah 100-250 ml  tiap 15-20 menit latihan.

Namun, bila waktu latihan Anda lebih dari 60 menit, terutama jika Anda latihan beban yang memerlukan tenaga besar, sebaiknya Anda mengonsumsi minuman isotonik dengan aturan waktu dan jumlah yang sama secara bertahap. Sebab, minuman isotonik mengandung karbohidrat yang bisa menggantikan energi dengan cepat. Hindari mengonsumsi lebih dari 950 ml/jam untuk menurunkan risiko kelebihan cairan atau keracunan cairan.

Pada beberapa orang ada juga yang mengalami mual saat mengonsumsi minuman isotonik. Kemungkinan ini karena dikonsumsi dalam keadaan perut kosong. Jika ini terjadi, pilih air putih saja.
 

Setelah beraktivitas    
Timbang kembali berat badan Anda setelah beraktivitas atau berolahraga. Jika bobot Anda lebih rendah dari sebelum latihan, bisa jadi tubuh Anda masih kekurangan cairan. Secara bertahap, minumlah air putih atau minuman isotonik. Tiap 0,5 kg selisih berat badan sebelum dan setelah beraktivitas, dibutuhkan 600-700 ml air. Cicil dengan mengonsumsinya tiap 15-20 menit untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang
 
Ingatlah, agar tidak mengalami dehidrasi, jangan tunggu sampai Anda merasa haus untuk meraih botol minum Anda. Haus merupakan tanda bahwa tubuh  sudah kekurangan cairan sebanyak 1-2 persen. Perhatikan gejala seperti saat tubuh makin kehilangan cairan tubuh, kulit akan menjadi kering, pusing, nyeri kepala, demam, denyut jantung meningkat, dan keringat berkurang. Itu tandanya tubuh sudah kehilangan cairan cukup banyak.(f)


Baca juga:

 



Topic

#minumanisotonik

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?