Family
Kimia Bukan Untuk ‘Dimusuhi’ oleh Anak

13 Aug 2019

 

Foto: Desiyusman Mendrofa

 
Cairan kimia kerap dianggap sangat berbahaya dan dijauhi. Hal itu semakin menjadi ketika cairan kimia beracun dijadikan untuk melukai hingga hilangnya nyawa orang lain.

Padahal, kimia sangat dekat dengan kehidupan manusia sehari-hari. Segala hal benda seperti pakain, kendaraan, dan lain-lain diciptakan dengan campuran bahan kimiawi.

Dr. rer. nat. Budiawan, Ketua Departemen Kimia Universitas Indonesia (UI) mengatakan bahwa beberapa jenis cairan kimia memang berbahaya, itu pun bila kontak dengan manusia. Tapi selama tidak kontak, justru bisa memberikan beragam manfaat.

Untuk mengenalkan kimia sedernaha sekaligus mendekatkan sains kepada anak-anak, BASF, perusahaan kimia, bersama dengan Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI), menggelar BASF Kids’ Lab di Kampus FMIPA UI di Depok pada 8-10 Agustus 2019 lalu.

Agus Ciputra, Presiden Direktur BASF Indonesia mengatakan bahwa BASF Kids’ Lab mengajak anak-anak mengeksplorasi kimia dengan metode interaktif dan menyenangkan, sehingga menumbuhkan ketertarikan mereka terhadap sains dan mengapresiasi kimia dalam kehidupan sehari-hari sejak usia dini.

Advertisement
“Kegiatan ini membantu mempersiapkan mereka untuk mengikuti perkembangan sains dan teknologi yang sangat cepat di Indonesia dan di seluruh dunia,” katanya di sela acara BASF Kids’ Lab 2019.

Selama tiga hari, sekitar 800 anak sekolah dasar melakukan eksperimen kimia yang aman dan sederhana dengan panduan para pengajar dan mahasiswa UI, serta sejumlah relawan yang merupakan karyawan BASF. Eksperimen Kids’ Lab tahun ini mencakup, pertama Red Cabbage Indicator, pigmen alami memberikan warna bagi buah dan sayuran.

Kedua, Where is the Vitamin C?, anak-anak membandingkan kandungan vitamin C dalam jus jeruk yang berbeda dan belajar bahwa jus buah yang berbeda mungkin memiliki konsentrasi vitamin penting yang berbeda.

Ketiga, Paper Chromatography, anak-anak mempelajari proses kromatografi sederhana untuk memisahkan komponen dalam tinta spidol menggunakan air dan kertas filter.

Program edukasi kimia ini gratis, diperuntukkan bagi anak-anak usia 6-12 tahun. Melalui eksperimen yang menarik, aman, dan menyenangkan, program ini membantu anak-anak memahami peran kimia dalam kehidupan sehari-hari. (f)

Baca Juga:
Adopsi Hewan Peliharaan Buat Anak Belajar Bertanggung Jawab
Ini Rahasia Para Entrepreneur Muda Sukses Menurunkan Etos Kerja Keras Kepada Anaknya
 


Topic

#family, #kimia, #ilmuwan

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?