Jenis vest ini model klasik yang biasa dipakai sebagai pelengkap tuksedo. Umumnya, vest dengan bagian belakang tertutup penuh ini memiliki strap di belakang yang bisa disesuaikan ukuran pinggang. Cocok, tuh, untuk semua bentuk badan!
Tip: Buat yang ingin bergaya maskulin, gunakan vest model ini. Padukan dengan kemeja sebagai dalaman plus dasi sebagai pelengkap. Pilih dasi berukuran kecil dan berwarna cerah. Alternatif lain: scarf yang dililitkan di leher.
Halter/backless vest
Vest model ini memiliki bagian belakang terbuka sehingga bentuk kerahnya melingkari leher. Selain memiliki strap, ada beberapa vest jenis ini yang memakai karet di pinggang belakang yang ukurannya bisa disesuaikan bentuk pinggang kita. Halter vest cocok untuk pemilik dada kecil, karena bentuknya melingkar dan terbuka di bagian dada. Sebaliknya, untuk yang berdada besar, hindari vest model ini, ya.
Double-breasted vest
Vest jenis ini memiliki model yang salah satu bagian depannya menimpa sisi lainnya. Biasanya memiliki 4 atau 6 kancing. Selain dipakai untuk bergaya kasual, jenis vest ini cocok untuk gaya formal.
Tip: Ada beberapa double breasted vest yang modelnya menyerupai halter vest. Tapi biasanya bagian depan vest ini lebih tertutup, sehingga cocok dipakai untuk pemilik dada besar maupun kecil. Untuk gaya formal, pakai kemeja putih sebagai dalaman dan vest warna hitam.
High cut vest
Vest ini memiliki lebih banyak kancing di bagian depan, sehingga lebih tertutup dan mendekati kerah. Cocok dipakai di pemilik dada besar karena menutupi seluruh bagian dada.
Tip: Coba pakai high-cut vest dengan baju turtleneck untuk kesan lebih formal. Karena bentuk vest ini lebih tertutup, nggak ada salahnya kita juga mencoba kaus tanpa lengan sebagai dalaman. Terkesan lebih santai tapi tetap gaya, dong. CC