Foto: Fotosearch
Terbangkan Stres bersama Angin
Dari sudut pandang pelestarian lingkungan, salah satu cara untuk mendorong lebih banyak ruang terbuka hijau dan jalur sepeda adalah dengan memanfaatkannya semaksimal mungkin. Dari sudut pandang kesehatan, berolahraga di ruang terbuka yang asri bermanfaat bagi fisik maupun psikologi.
“Lingkungan dengan pemandangan alam atau taman yang indah, bersih, dan rapi akan lebih memperbaiki kondisi mood, memberikan rasa lebih fresh, dan lebih bersemangat. Secara sosial, kita dapat lebih mengenal lingkungan tempat kita tinggal, berinteraksi dengan tetangga yang mungkin jarang kita temui karena kesibukan,” papar dr. Rachmad Wishnu Hidayat, Spesialis Kedokteran Olahraga dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Berolahraga sambil melihat pemandangan yang senantiasa berganti-ganti di depan mata membuat Anda tak mudah bosan. Selain itu, pohon, pasir, kucing, tak akan berkomentar kan, sepelan apa pun Anda mengayuh sepeda atau berlari. Bahkan, orang yang sekelebatan saja Anda temui tak akan seintens pandangan teman yang berlari di sebelah treadmill. Ini akan membuat Anda lebih percaya diri menyelesaikan target latihan.
Jika Anda yoga di luar ruangan, terutama di alam yang masih asri, Anda tak perlu memutar musik. Suara-suara alam seperti desir angin, kicau burung, debur ombak, atau gemericik air mengiringi secara alami. Sun salutation pun bisa terasa nyata saat tubuh Anda terkena sinar matahari pagi yang lembut.
Jangan khawatir kulit akan menjadi gelap. Justru, sinar matahari pagi yang menyentuh kulit Anda, memberikan banyak manfaat. Di antaranya adalah menstimulasi vitamin D yang diperlukan tubuh untuk menguatkan tulang, membuat Anda merasa lebih baik di malam hari, dan meningkatkan produksi hormon endorfin yang membuat mood Anda lebih baik.
Advertisement
Meningkatkan kekebalan tubuh
Penelitian yang dipublikasi di Immunology and Cell Biology Journal (November 2015): Exercise, immune function and respiratory infection: An update on the influence of training and environmental stress oleh Neil P. Walsh dan Samuel J. Oliver, menyebutkan bahwa olahraga dalam kondisi stres lingkungan (environmental stress) dapat memicu sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi saluran napas atas. Maksudnya, keberadaan kita di luar ruangan membuat kita lebih terpapar oleh virus atau bakteri penyebab penyakit infeksi tersebut, membuat tubuh berupaya meningkatkan kekebalan untuk mengantisipasi infeksi.
“Kekebalan tubuh yang meningkat memang baru terbatas pada kekebalan terhadap infeksi saluran napas atas. Penelitian mengenai hal ini masih perlu banyak dilakukan untuk mengetahui lebih jelas hubungan antara olahraga dan sistem kekebalan tubuh,” jelas dr. Wishnu.
Bahkan, menurutnya, jika kita berolahraga di luar ruangan saat hujan/gerimis, yang sering kali membuat kita urung berolahraga, kita bisa mendapatkan manfaat lebih, yaitu dapat menghasilkan pembakaran kalori lebih besar. Karena metabolisme tubuh lebih tinggi untuk menghasilkan panas sebagai antisipasi terhadap udara dingin (apalagi bila disertai embusan angin, tapi bukan angin kencang), pembakaran lemak pun jadi lebih besar.
Anda juga tak perlu repot mengatur kemiringan treadmill atau tahanan sepeda, karena lintasan yang Anda tempuh tak pernah sama. Dengan begitu, bisa saja meski sama-sama berjalan 30 menit, di luar ruangan Anda membakar lebih banyak kalori.
Saat berencana berlibur ke tempat wisata atau melakukan perjalanan bisnis ke daerah yang memiliki banyak ruang terbuka hijau, jangan urungkan niat untuk ‘bergerak’. Karena, berolahraga di luar ruangan yang memiliki kontur dan kondisi yang kerap tak terduga membuat tubuh dan otak lebih terlatih untuk waspada dan sigap menghindari lubang di depan, menempuh jalan yang naik-turun, licin, dan tak rata, melawan arah angin dan lalu-lalang kendaraan.
Hal ini akan melatih lebih banyak otot secara bersamaan dan tentu membakar lebih banyak kalori. Insting Anda pun ikut terlatih untuk berhati-hati dan menghadapi bahaya yang mengancam. (f)