Berbeda dengan orang Barat yang terbilang lebih rasional saat berbelanja, orang Indonesia kalau berbelanja lebih karena dorongan emosional. “Hari biasa saja bisa kalap, apalagi hari spesial seperti Natal dan tahun baru. Bahkan, kalau lagi enggak ada uang, ya, tinggal gesek saja pakai kartu kredit. Shopping moment itu biasanya berlangsung dari 20 Desember hingga 15 Januari. Lalu, bagaimana tahun depan? Ya, cari uang lagi,” tutur Rudy.
Namun, yang Pendeta Martin perhatikan belakangan ini adalah kian tumbuhnya arus utama dalam umat kristiani untuk merayakan Natal dengan cara berbeda. Bahwa, memberikan kado bagi orang lain tidak sesederhana memberikan sesuatu dalam bentuk barang. “Di salah satu gereja misalnya, ada tema Natal yang mengatakan bahwa kado terbaik bukan lagi berbentuk barang, melainkan diri kita yang lebih baik. The real Christmas’s gift is you!” katanya. (f)